Nyaris Tembus Wilayah Udara Turki, Rudal Iran Ditembak Jatuh NATO

7 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pertahanan udara aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menghancurkan rudal balistik Iran yang menuju wilayah udara Turki pada Rabu (4/3).

Kementerian Pertahanan Turki melaporkan rudal itu melewati Irak dan Suriah, lalu ditembak sistem pertahanan udara dan rudal NATO di Laut Mediterania timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turki menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk merespons insiden ini.

"Semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah dan ruang udara kami akan diambil," demikian pernyataan Kemhan Turki, dikutip Reuters.

"[Dan] kami berhak untuk menanggapi tindakan permusuhan apa pun," lanjut pernyataan tersebut. Sejauh ini, tak ada laporan korban tewas maupun terluka imbas rudal tersebut.

Turki menegaskan akan berkonsultasi dengan NATO dan sekutu lainnya untuk membahas insiden ini. Apa yang terjadi di negara tersebut, bisa membuat Ankara menggunakan pasal 4 dalam aliansi militer itu.

Pasal 4 NATO berbunyi sekutu NATO akan berkonsultasi bersama setiap kali, menurut pendapat salah satu dari mereka, integritas teritorial, kemerdekaan politik, atau keamanan suatu negara anggota terancam.

Jika Turki betul-betul menggunakan pasal tersebut, maka akan berpotensi mengaktifkan pasal 5 yang berisi serangan satu negara sama dengan serangan ke seluruh anggota. Kalau ini terjadi, perang bisa meluas. Namun, Turki tak memberi komentar soal pasal 4 itu.

Menteri Pertahanan AS Peter Hegseth juga menegaskan tak ada indikasi pasal 5 digunakan terkait insiden tersebut.

Turki protes ke Iran

Sumber diplomatik Turki mengatakan Menteri Luar Negeri Hakan Fidan menyampaikan protes ke Menlu Iran Abbas Araghchi melalui telepon setelah insiden tersebut.

Beberapa negara di Teluk dan tempat lain, terkena dampak perang Amerika Serikat-Israel versus Iran. Pasukan Garda Revolusi Islam membalas serangan AS Cs dengan mengincar aset militer mereka di Timur Tengah.

AS memiliki pangkalan militer di Incirlik, Turki selatan yang berbatasan dengan Provinsi Hatay.

Dalam beberapa hari terakhir, Timur Tengah membara usai AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada 28 Februari.

Di hari yang sama, Iran meluncurkan balasan. Hingga kini, mereka terus saling serang dan korban tewas berjatuhan. Turki sempat berupaya menjadi mediator kedua pihak itu sebelum perang berkobar.

(isa/dna)

Read Entire Article
Korea International