Mengenal Laut Merah yang Bakal Ditutup Iran jika Blokade Hormuz Lanjut

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump telah melakukan blokade terhadap Selat Hormuz dan seluruh pelabuhan Iran.

Blokade ini melibatkan lebih dari 15 kapal perang AS untuk menjaga jalur. Selain lebih dari 15 kapal perang, juga kapal serbu amfibi USS Tripoli yang mengoperasikan jet tempur siluman F-35B Lightning II dan MV-22 Osprey. Kapal-kapal itu dikerahkan ke dekat pelabuhan dan daerah pesisir Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Iran tidak mau diam. Komandan Markas Besar Militer Iran Khatam Al Anbiya Ali Abdollahi mengancam akan menutup Selat Merah menyusul tindakan Amerika Serikat yang memblokade Selat Hormuz. Abdollahi mengatakan jika AS terus melanjutkan aksinya maka mereka melanggar gencatan senjata.

"Jika AS yang agresif dan teroris terus melakukan tindakan ilegal dalam memberlakukan blokade maritim di kawasan tersebut dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal komersial dan tanker minyak Iran, tindakan AS ini akan menjadi pelanggaran awal gencatan senjata," kata Abdollahi dalam rilis resmi pada Rabu (15/4), dikutip Tasnim News.

Dia lalu berujar, "Dan Angkatan Bersenjata Iran yang kuat tak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun di wilayah Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah untuk terus berlanjut."

Apa itu Laut Merah?

Dikutip dari laman wisata Mesir egypttimetravel.com, Laut Merah mencakup banyak kota wisata yang merupakan bagian dari laut tersebut, seperti Sharm El Sheikh bagi mereka yang menyukai pantai dan menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, Hurghada bagi mereka yang menyukai selancar angin, Marsa Alam bagi mereka yang ingin menjalani kehidupan istimewa dengan merasakan suhu yang tenang dan menemukan kehidupan suku Badui.

Ketiga kota ini sangat terkenal karena pariwisata, standar hidup, dan keindahan alamnya, dan selalu dikenal serta disukai oleh orang Italia, terutama Marsa Alam.

Melihat letak geografisnya, perairan ini berlokasi di sebelah barat Jazirah Arab yang memisahkan benua Asia dengan Afrika. Laut Merah memiliki luas permukaan sekitar 438 ribu kilometer persegi, panjang sekitar 2.250 kilometer, dan kedalaman rata-rata 490 meter.

Jalur ke laut di selatan melewati Babul Mandib dan Teluk Aden, sedangkan di utara melewati Semenanjung Sinai dan Terusan Suez.

Menurut penelitian, disebut Laut Merah karena di dalamnya terdapat berbagai jenis ikan langka yang tidak ditemukan di laut lain, serta keberadaan terumbu karang yang berwarna-warni dan karena letaknya yang berdekatan dengan pegunungan merah yang disebut pegunungan Adom yang memantulkan warna merah ke arah laut, terutama di Hurghada, Sharm El Sheikh, Marsa Alam, dan Dahab.

Di sana juga terdapat ledakan populasi alga Trichodesmium erythraeum, yang saat alga ini mati, mereka mengubah warna air yang biasanya biru kehijauan menjadi cokelat kemerahan.

Terumbu karang di sini disebut telah ada sejak 7.000 tahun yang lalu. Banyak juga bangkai kapal perang yang karang di sini.

Sebagian area terumbu karang di Laut Merah masuk bagian Taman Nasional Ras Mohammed di Mesir. Perairannya menjadi habitat lebih dari 1.200 spesies ikan endemik, termasuk 44 spesies hiu.

Tempat Nabi Musa Belah Laut

Nabi Musa, sosok yang dipercaya keberadaannya dalam Islam, Kristen dan Yahudi, disebutkan juga pernah membelah Laut Merah dengan tongkatnya.

Dalam Islam, kehebatan Nabi Musa membelah lautan saat dikejar Firaun ini menjadi salah satu mukzijatnya.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International