Jakarta, CNN Indonesia --
Kehadiran Daniil Medvedev dalam Indian Wells Open 2026 mash jadi tanda tanya setelah tertahan di Dubai, Uni Emirat Arab, akibat serangan Iran.
Konflik di Timur Tengah berimbas ke Uni Emirat Arab. Iran menyerang UEA sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel. Serangan itu membuat Bandara Dubai ditutup.
Sejumlah petenis yang tampil dalam Dubai Championships 2026 tertahan di negara tersebut, termasuk Daniil Medvedev. Petenis kelahiran Rusia itu yang jadi pemenang di Dubai Championships kini menunggu bandara kembali dibuka untuk bisa terbang ke Indian Wells.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Situasinya tidak biasa. Wilayah udara ditutup, dan tidak ada yang tahu kapan kita bisa terbang lagi," kata Medvedev kepada media Rusia dikutip dari L'Equipe.
"Tidak jelas berapa lama ini akan berlangsung, jadi kami menunggu untuk melihat bagaimana perkembangannya dalam beberapa jam dan hari mendatang," ucap Medvedev menambahkan.
Mantan ranking nomor satu dunia itu mengatakan kondisinya baik-baik saja di Dubai. Dia juga mendapatkan dukungan dari banyak pihak.
"Bagi saya, semuanya baik-baik saja. Tentu saja, saya telah menerima banyak pesan dari teman dan kenalan. Semua orang khawatir. Tapi saya bisa memberi tahu Anda bahwa semuanya baik-baik saja," tutur Medvedev.
Selain Medvedev, sejumlah petenis yang terjebak di Dubai adalah: Andrey Rublev, Tallon Griekspoor, Harri Heliovaara, Chris Patten, Marcelo Arevalo, dan Mate Pavic.
Turnamen WTA 1000 Indian Wells Open 2026 akan berlangsung pada 4-15 Maret mendatang di Indian Wells Tennis Garden. Medvedev sendiri menjadi unggulan ke-11 dalam ajang itu.
(sry/sry)


















































