Jakarta, CNN Indonesia --
Media Malaysia menyebut tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia sebagai 'Harimau Palsu' usai keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mematenkan hukuman FIFA.
Dalam keputusan itu CAS menolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Dengan begitu ketujuh pemain yang terdiri dari Facundo Garces, Hector Hevel, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Joao Figueiredo, Manuel Hidalgo, dan Imanol Machuca dihukum FIFA dengan larangan bermain selama 12 bulan.
Media Malaysia BHarian dalam pemberitaan baru-baru ini menganggap ketujuh pemain naturalisasi itu sebagai Harimau palsu, merujuk pada julukan timnas Malaysia, Harimau Malaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya, tidak ada cara lain bagi ketujuh 'harimau palsu' tersebut untuk mewakili Harimau Malaya mulai sekarang kecuali melalui proses naturalisasi dengan tinggal di negara ini selama lima tahun," tulis BHarian.
Dalam pemberitaan itu juga terdapat tanggapan pengamat sepak bola Malaysia, Zulakbal Abd Karim, yang menyebut tim nasional sebaiknya melupakan pemain yang terlibat skandal ini.
Pasalnya, terdapat kemungkinan tujuh pemain itu tidak akan bisa memperkuat Malaysia karena dokumen yang dipakai bermasalah. Dengan begitu, tujuh pemain itu perlu tinggal di Malaysia selama 5 tahun agar bisa berkostum Harimau Malaya.
"Saat ini, hati semua orang sudah terluka, jadi biarkan luka itu sembuh dulu. Tidak perlu terburu-buru mengharapkan mereka lagi," ucap Zulakbal Abd Karim.
"Berbagai hal dapat terjadi dalam lima tahun ini. Mungkin performa mereka akan menurun dan mereka akan semakin tua," tutur Zulakbal menambahkan.
Menurut Zulakbal yang juga Pelatih Elit AFC, masa depan tujuh pemain naturalisasi akan sulit karena harus tinggal di Malaysia selama 5 tahun. Terlebih lagi sebagian dari pemain naturalisasi itu bermain di luar negeri.
"Ini adalah pertama kalinya hal seperti ini terjadi setelah 100 tahun sepak bola di Malaysia, jadi kita harus belajar dan mengambil pelajaran dari situasi ini."
"Jadi saya rasa kita sebaiknya melupakan mereka dan fokus pada apa yang seharusnya kita lakukan dalam mengembangkan pemain kita sendiri," kata Zulakbal.
(sry/ptr)


















































