Masjid Lautze, Akulturasi Tionghoa-Islam Menawan di Jantung Jakarta

3 hours ago 2

CNN Indonesia

Selasa, 24 Feb 2026 06:15 WIB

Masjid Lautze di Sawah Besar, Jakarta, didirikan pada 1991 dan diresmikan secara langsung oleh Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, pada 4 Februari 1994. Masjid Lautze di Sawah Besar di Jakarta. (CNN Indonesia/Yogi Anugrah)

Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah deretan bangunan ruko komersial di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, berdiri sebuah bangunan masjid ikonik yang mencuri perhatian.

Bukan dengan kubah atau menara tinggi, melainkan dengan arsitektur khas Tionghoa yang didominasi warna merah dan kuning menyala. Itulah Masjid Lautze, simbol nyata akulturasi budaya yang tetap eksis sejak awal dekade '90-an.

Keunikan Masjid Lautze menarik perhatian Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang hadir dalam agenda Safari Ramadhan 1447 H pada Sabtu (21/2). Rano mengaku terkesan dengan nilai historis serta karakteristik bangunan yang lebih mirip kelenteng daripada masjid pada umumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masjid Lautze memiliki keunikan tersendiri dengan arsitektur khas Tionghoa yang dominan," ujar Rano saat mengunjungi masjid yang berlokasi di Jalan Lautze No. 87-89 tersebut.

Masjid empat lantai ini memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan tokoh-tokoh besar tanah air. Masjid Lautze dikelola oleh Yayasan Haji Karim Oei. Haji Karim Oei, yang aktif menyebarkan nilai-nilai Islam di kalangan keturunan Tionghoa.

Masjid ini didirikan pada 1991 dan diresmikan secara langsung oleh Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, pada 4 Februari 1994. Nama "Lautze" sendiri diambil dari nama tokoh Muslim Tionghoa yang memeluk Islam pada era 1930-an.

Bagi Rano Karno, sosok Haji Karim Oei adalah figur yang patut dihormati karena kontribusinya dalam membangun jembatan keberagaman melalui jalur religi dan budaya di Jakarta.

Masjid Lautze bukan sekadar tempat ibadah bagi warga keturunan Tionghoa, tetapi juga menjadi rumah bagi masyarakat sekitar yang ingin menunaikan shalat.

Selama bulan suci Ramadan, pengurus Masjid Lautze menggelar buka puasa bersama dengan mengundang para mualaf dan warga sekitar untuk mempererat tali silaturahmi.

Ada juga penyediaan program pengobatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Program inovatif berupa metode belajar mengaji hanya dalam waktu 6 jam, bekerja sama dengan lembaga amil zakat dan para donatur.

Ketua Yayasan Ali Karim Oei menegaskan bahwa setiap kegiatan di masjid ini bertujuan untuk meneruskan semangat para tokoh Islam pendahulu dalam memberikan kemaslahatan bagi umat.

Dengan suasana yang hangat dan terbuka, Masjid Lautze terus membuktikan bahwa perbedaan arsitektur justru memperkaya khazanah keislaman di Jakarta.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International