Lalu Lintas Kapal Masih Sepi di Selat Hormuz Meski Gencatan AS-Iran

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih terbatas meski Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata.

Berdasarkan data pelacakan kapal, sangat sedikit kapal yang melewati jalur itu sejak AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan, pada Selasa (7/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data dari perusahaan intelijen pasar Kpler menunjukkan hanya lima kapal yang melintas pada Rabu, turun dari 11 kapal sehari sebelumnya. Sementara itu, tujuh kapal tercatat melintasi selat pada Kamis.

"Meskipun beberapa pergerakan kapal telah dilanjutkan, lalu lintas sangat terbatas, pemilik kapal akan tetap berhati-hati, dan kapasitas transit yang aman diperkirakan akan tetap terbatas maksimal 10 hingga 15 pelayaran per hari jika gencatan senjata bertahan, tanpa mempertimbangkan biaya tol," ujar analis risiko perdagangan Kpler, Ana Subasic, pada Kamis (9/4), dikutip Al Jazeera.

Selain itu, menurut data dari Lloyd's List Intelligence, lebih dari 600 kapal, termasuk 325 kapal tanker yang masih berada di Teluk akibat penyumbatan selat itu.

Di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menuding Iran tidak menjalankan komitmennya dalam membuka "jalur aman" selama masa gencatan senjata.

"Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan bisa dibilang tidak terhormat, dengan membiarkan minyak melewati Selat Hormuz. Itu bukan kesepakatan yang kita miliki," tulis Trump di media sosial.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai AS justru tidak menghormati kesepakatan.

Ia juga memperingatkan Washington harus memilih antara mempertahankan gencatan senjata atau membiarkan konflik berlanjut, merujuk pada serangan Israel di Lebanon.

"Dunia menyaksikan pembantaian di Lebanon," kata Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial.

"Bola berada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan menindaklanjuti komitmennya," tambah dia.

AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dan membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.

Kesepakatan itu tercapai saat konflik memasuki hari ke-40. Perundingan lanjutan menuju perdamaian dijadwalkan berlangsung di Pakistan pada Jumat (10/4) mendatang.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International