Konflik Global Memanas, Kapolri Minta Brimob Siaga Penuh

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh personel Korps Brimob Polri untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dinamika keamanan akibat gejolak geopolitik global.

Arahan tersebut disampaikan saat membuka rapat kerja teknis (rakernis) Korps Brimob Polri yang diikuti sekitar 7.000 personel di Lapangan Mako Brimob Polri, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/4).

"Kita semua harus selalu siap, kita semua harus selalu waspada. Kita semua harus mempersiapkan diri untuk terus melatih menghadapi segala macam dinamika yang mungkin terjadi," ujar Sigit dalam arahannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyoroti kondisi geopolitik global yang memanas akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang dinilai berpotensi memperluas eskalasi secara global.

Menurutnya, konflik tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil serta kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik, tetapi juga berdampak pada sektor energi di berbagai negara.

"Kita lihat bahwa beberapa negara termasuk di kawasan ini telah menetapkan status darurat energi nasional. Beberapa wilayah negara sekitar kita sudah mengumumkan untuk menggunakan energi seefisien mungkin," jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah negara bahkan mulai menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas, termasuk pengaturan kerja seperti work from home (WFH).

"Bahkan beberapa negara juga sudah mulai mengatur terkait dengan pemberlakuan WFH, termasuk Indonesia pun saat ini juga sudah melakukan WFH atau WFO dalam satu minggu satu kali," imbuhnya.

Kapolri menjelaskan pemerintah Indonesia telah berupaya meredam dampak krisis energi, antara lain dengan mengoptimalkan produksi melalui pembukaan kilang baru maupun sumur lama.

Namun demikian, ia mengingatkan potensi gejolak tetap ada.

"Namun di sisi lain kita juga melihat bahwa khusus BBM non-subsidi dan LPG non-subsidi terjadi peningkatan dan ini implikasinya akan berdampak terhadap naiknya harga-harga," jelasnya.

"Tentunya ini akan menimbulkan reaksi, akan menimbulkan potensi terjadinya eskalasi yang meningkat, khususnya terkait dengan masalah keamanan di dalam negeri," sambungnya.

Untuk itu, Sigit meminta seluruh personel Brimob meningkatkan kesiapan, termasuk memahami kondisi lapangan serta memastikan kelengkapan peralatan operasional.

"Tolong, pelajari betul terkait dengan situasi dan eskalasi yang ada, pelajari kondisi dan medan lapangan. Persiapkan peralatan yang rekan-rekan miliki sehingga pada saat rekan-rekan turun peralatan-peralatan yang ada," katanya.

(isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International