CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 14:23 WIB
Ilustrasi. Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh telah mencapai 95%. Hanya 7 BTS yang masih dalam perbaikan. (Foto: Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh yang terdampak banjir dan longsor sudah mencapai 95 persen.
"Untuk daerah terdampak bencana khususnya untuk Aceh bahwa per hari ini konektivitas sudah 95 persen untuk seluruh operator, jadi secara total, dan untuk seluruh operator semua sudah di atas 95 persen. Dengan demikian kami berharap ini bisa membantu sekali teman-teman keluarga besar kita di Aceh," kata Meutya usai Penutupan Posko Nataru 2025 di Museum Pos Bandung, Senin (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut 95 persen BTS yang pulih ini masing-masing telah beroperasi dengan uptime yang cukup tinggi.
Meutya mengatakan dari total 3.208 base transceiver station (BTS) di wilayah Aceh, hanya tujuh BTS yang masih dalam perbaikan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyebut pihaknya telah memulihkan hampir semua BTS yang ada di Aceh. Dari total 1.860 BTS, hanya sekitar 13 yang masih down.
"Saat ini cuma 13 yang masih down. Itu macam-macam penyebabnya ada yang karena belum ada listrik, ada yang memang tidak bisa diakses, dan kita tidak bisa memaksakan," katanya.
Nugroho turut menceritakan bagaimana proses pemulihan memakan korban di pihaknya. Satu orang korban disebut meninggal dunia saat mencoba menembus akses yang tidak bisa ditembus.
Lebih lanjut, Nugroho menyebut masih ada sekitar 67 site BTS yang mengandalkan genset untuk pasokan listrik di Aceh.
Sementara di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, katanya, kebutuhan listrik BTS telah sepenuhnya dipasok oleh PLN.
Meski demikian, masih ada sekitar 30 persen site yang perlu stabilitas dari sisi jaringan karena beberapa kondisi, seperti maintenance, masih dalam proses pemulihan, atau masih belum stabil dari sisi tegangan.
Aceh menjadi wilayah dengan pemulihan jaringan telekomunikasi paling lambat dibandingkan dengan dua provinsi lain yang terdampak banjir dan longsor.
Pasokan listrik disebut sebagai masalah utama yang menyulitkan pemulihan jaringan di wilayah ini.
(lom/dmi)














































