KOI Kawal Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual Atlet

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memastikan bakal mengawal investigasi kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap atlet panjat tebing.

KOI menindaklanjuti kabar kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga panjat tebing dengan obyektif.

"Kami tak kenal kompromi dalam menghadapi kasus dugaan kekerasan seksual seperti ini," kata Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (2/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"NOC Indonesia, melalui task force safeguarding, akan terus mengawal serta menghormati proses investigasi yang saat ini sedang berlangsung sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Kami menegaskan pentingnya penanganan yang adil bagi korban," tulis keterangan resmi.

KOI juga menegaskan komitmen yang memastikan atlet-atlet Indonesia berlatih, bertumbuh, dan berprestasi dalam lingkungan yang aman, inklusif, serta bebas dari rasa takut atas ancaman dan kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk pelecehan, penghinaan dan intimidasi, pelecehan seksual, maupun pelecehan psikologis.

Oktohari mendukung penuh komitmen dan langkah cepat Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir untuk memastikan kasus ini diusut secara obyektif, transparan, profesional, dan berkeadilan.

Melalui Satuan Tugas Safeguarding, pihaknya berkoordinasi secara intensif baik dengan FPTI, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), maupun federasi nasional berbagai cabang olahraga terkait penanganan kasus tersebut.

Kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pelatnas panjat tebing berembus sejak pekan lalu. Sekretaris FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro menjelaskan pelatih Hendra Basir dinonaktifkan dari posisinya sebagai pelatih kepala selama proses pencarian fakta dugaan pelecehan.

Penonaktifan Hendra sebagai pelatih kepala panjat tebing FPTI diambil setelah adanya laporan kepada Yenny. Tidak hanya satu atlet, melainkan ada delapan atlet mengaku mendapat perlakukan mendapatkan perlakuan tak menyenangkan berupa pelecehan seksual hingga kekerasan fisik dari Hendra Basir pada 28 Januari 2026.

Sementara Hendra membantah melakukan kekerasan dan pelecehan seksual ke sejumlah atlet panjat tebing, seperti dituduhkan.

[Gambas:Video CNN

(nva/jun)

Read Entire Article
Korea International