Jakarta, CNN Indonesia --
Kodam III/Siliwangi tengah menelusuri informasi terkait dugaan adanya anggota TNI yang turut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.
"Saya belum bisa mendapatkan informasi apakah ada anggota kami di antara korban, baik yang selamat maupun yang masih hilang. Nanti akan kami konfirmasi kembali," ujar Mahmuddin kepada wartawan di Kantor Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, bencana longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 jiwa masih belum diketahui keberadaannya. Total warga terdampak tercatat sekitar 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga terdampak serta 20 unit rumah tertimbun material longsor.
Mahmuddin menegaskan, proses pencarian terhadap seluruh korban, termasuk apabila terdapat anggota TNI yang belum diketahui keberadaannya, akan terus dilakukan meski dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan.
"Kami akan terus melakukan pencarian. Namun, saat ini kondisi cuaca masih hujan disertai angin. Air masih terus mengalir dan material longsor masih turun ke bawah, sehingga alat berat belum bisa diturunkan ke lokasi kejadian," ujarnya.
Ia menambahkan, medan di lokasi longsor cukup berat. Jarak dari titik longsor di bagian atas hingga ke bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan pencarian korban.
Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan saat ini ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.
"Terkait anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dan akan segera memastikan kembali," pungkas Mahmuddin.
(csr/tis)

















































