Jakarta, CNN Indonesia --
Perusahaan energi milik negara Bahrain, Bapco Energies, mengumumkan status kejadian kahar (force majeure) pada sebagian operasinya usai salah satu unit kilang minyaknya menjadi sasaran serangan di tengah meningkatnya konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pengumuman tersebut disampaikan perusahaan pada Senin (9/3) setelah serangan yang menargetkan salah satu unit kilang milik Bapco Refining, anak usaha dari Bapco Energies.
Meski demikian, perusahaan memastikan pasokan energi untuk kebutuhan domestik Bahrain tetap aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan menyatakan berbagai skema darurat yang telah disiapkan sebelumnya memungkinkan distribusi energi tetap berjalan tanpa gangguan.
"Seluruh kebutuhan pasar domestik tetap terjamin melalui rencana kontinjensi yang telah disiapkan sebelumnya, sehingga pasokan dan pemenuhan permintaan lokal tetap berlanjut tanpa gangguan," demikian pernyataan perusahaan yang dikutip kantor berita Bahrain News Agency.
Perusahaan juga menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada mitra bisnis dan pihak terkait mengenai perkembangan terbaru dari situasi tersebut.
Serangan terhadap kilang minyak Bahrain terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran.
Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangkaian serangan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan sejumlah aset militer AS serta fasilitas strategis di kawasan Teluk.
Menurut laporan radio pemerintah Iran yang mengutip Markas Pusat Khatam Al Anbiya, serangan terbaru menargetkan beberapa aset AS di Timur Tengah, termasuk kapal tanker minyak di perairan Kuwait serta kilang minyak milik Bahrain.
Markas tersebut merupakan lembaga yang memegang komando operasional angkatan bersenjata Iran dalam situasi perang.
Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan rudal generasi terbaru mereka juga menghantam sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk serta beberapa lokasi di Israel, termasuk Bandara Ben Gurion, Haifa, dan Tel Aviv.
Militer Iran juga mengklaim unit drone angkatan laut mereka menyerang posisi pasukan Amerika Serikat di Camp Udairi di Kuwait menggunakan drone tempur.
Camp Udairi, yang sebelumnya dikenal sebagai Camp Buehring, merupakan salah satu fasilitas militer utama AS di wilayah barat laut Kuwait.
Di Bahrain, serangan tersebut sempat memicu kebakaran di kilang minyak milik negara yang berada di Pulau Sitra. Pusat Komunikasi Bahrain menyatakan api berhasil dikendalikan dan tidak ada laporan korban luka.
Kendati terjadi serangan, pemerintah Bahrain memastikan operasional kilang tetap berjalan normal
(del/sfr)


















































