Kesal Dikritik Perangi Iran, Trump Mau Kurangi Tentara AS di Jerman

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk mengurangi pasukan di Jerman menyusul kritik dan keengganan Berlin membantu perang Amerika Serikat di Iran.

"Amerika Serikat sedang mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman, dan keputusan akan dibuat dalam waktu dekat," kata Trump di media sosial buatannya, Truth Social, Kamis (30/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pejabat senior Gedung Putih sebelumnya mengatakan Trump sudah membahas kemungkinan penarikan sebagian pasukan AS dari Eropa. Namun, dia tak memberi rincian lebih lanjut.

AS menempatkan puluhan ribu personel mereka di pangkalan luar negerinya di Eropa.

Pusat Data Tenaga Kerja Pertahanan AS (DMDC) menunjukkan per Desember 2025, lebih dari 68.000 personel militer aktif AS ditempatkan secara permanen di pangkalan luar negeri mereka.

Lebih dari separuhnya sekitar 36.400, ditempatkan di Jerman. Jumlah ini hanya sebagian kecil dari 250.000 pasukan AS yang ditempatkan di sana pada 1985, sebelum Tembok Berlin runtuh dan Perang Dingin berakhir.

Rencana Trump menarik pasukan muncul usai jenderal tertinggi Jerman, Carsten Breuer, bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan AS Elbridge Colby pada Rabu. Mereka membahas strategi militer pertama negaranya di luar payung NATO sejak Perang Dunia Kedua.

Colby memuji strategi Jerman yang dianggap punya jalan jelas ke depan.

"Presiden Trump dengan tepat menyatakan Eropa harus meningkatkan perannya, dan NATO tidak boleh lagi jadi macan kertas," kata Colby di X seperti dikutip Reuters.

"Jerman sekarang mengambil peran utama dalam hal ini. Setelah bertahun-tahun perlucutan senjata, Berlin meningkatkan perannya," imbuh dia.

Senada, Breuer juga mengatakan Colby mengapresiasi strategi Jerman. Namun, dia tak menyinggung indikasi penarikan pasukan AS.

Rencana penarikan pasukan AS juga muncul usai Trump berselisih dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz mengenai perang di Iran dalam beberapa hari terakhir.

Merz sempat mengatakan Iran sedang mempermalukan AS dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang. Trump lalu membalas kanselir Jerman itu tak tahu apa yang sedang dibicarakan.

Ketegangan AS dan sekutunya di Eropa juga meningkat setelah mereka menolak memberi dukungan yang diminta Trump untuk perang melawan Iran.

(rds/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International