Ketua PSI Sowan Jokowi di Solo, Bahas Ijazah dan JK Sambil Tertawa

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus bertamu ke rumah Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah (Jateng), Senin (13/4).

Dalam pertemuan itu Bestari Barus mengaku membahas banyak hal termasuk soal permintaan Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) kepada Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya.

"Ya tadi bahas politik iya, ijazah-ijazah tipis-tipis, hal-hal lain. Jadi saya kira begini, bahwa hari ini ada beberapa hal yang mencuat ke publik terkait adanya pernyataan dari Pak Jusuf Kalla ya, yang meminta bahwa mudah saja ini silakan Pak Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya," katanya kepada awak media di depan rumah Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin siang, seperti dikutip dari detikJateng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku sempat tertawa bareng Jokowi membahas permintaan JK agar menunjukkan ijazah asli. Bestari Barus justru menantang balik JK untuk memperlihatkan ijazah dan buku nikah di hadapan publik.

"Nah, kami berdua tadi tertawa, bahkan agak mau terbahak gitu ya. Nih, kalau Pak JK ingin memperlihatkan ijazahnya, atau surat nikahnya kepada publik, atau surat-surat yang lain yang menurut beliau mudah buka dari lemari tunjukkan, itu silakan saja. Silakan diperlihatkan," ujarnya.

Namun, ia meminta agar Jusuf Kalla tidak menyeragamkan pemikirannya untuk dilakukan Jokowi. Ia menyebut bahwa Jokowi--yang juga ayah dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep--mempunyai sikap dalam menunjukkan ijazah.

"Namun, sebaiknya tidak kemudian menyeragamkan pemikirannya menjadi standar publik gitu. Pak Jokowi punya sikap bahwa 'kalau pengadilan minta, ya akan saya tunjukkan'. Tapi selain daripada itu, itu hak privat beliau," ujar Bestari.

Sebelumnya diberitakan JK  menilai kasus ijazah Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM sudah berlarut-larut. Dia menyebut kasus tersebut kini juga merugikan dirinya yang pernah mendampingi Jokowi selaku wapres pada periode 2014-2019.

Dia menyebut kasus ini merugikan Jokowi dan memicu perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

"Sebenarnya kasus ini kan sudah 2 tahun, 3 tahun. Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis untuk apakah itu pengacara, apakah itu seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan," ucapnya.

JK berpandangan persoalan tersebut dapat diselesaikan secara sederhana. Dia meyakini Jokowi memiliki ijazah asli.

"Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita setop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli," tuturnya.

"Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita, masalah 2-3 tahun ini. Tinggal dikasih lihat (ke) masyarakat saja selesai. Saya yakin itu Pak Jokowi akan begitu karena daripada kita berseteru, ada kelompok berseteru bertahun-tahun, hilang waktu, hilang harkat sosial, itulah kita harapkan," imbuh JK.

Sementara itu merespons JK, Jokowi mengklaim ijazah adalah dokumen yang bersifat pribadi. Oleh karena itu, dia memegang hak penuh atas privasi dokumen tersebut.

Alih-alih menuruti desakan, Jokowi justru melayangkan tantangan balik kepada pihak-pihak yang menuding ijazahnya palsu untuk memberikan bukti konkret atas tudingan mereka.

"Mestinya yang menuduh itu yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan," kata Jokowi, Jumat (10/4).

Jokowi menyatakan kekhawatirannya bahwa tindakan menuruti desakan semacam itu justru akan menjadi keputusan buruk di tengah masyarakat dalam memandang suatu tuduhan.

"Nanti semua orang bisa menuduh, dan (yang dituduh) disuruh menunjukkan buktinya. Kebalik-balik itu," ujar ayah dari Wapres RI Gibran Rakabuming Raka itu.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International