CNN Indonesia
Sabtu, 30 Mei 2026 01:00 WIB
Ilustrasi. Ada penyebab di balik rasa lelah yang menyerang ketika perempuan sedang mengalami menstruasi. (iStockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --
Rasa lelah saat menstruasi bukan sekedar perasaan biasa, melainkan kondisi yang dipengaruhi oleh perubahan hormon, kehilangan darah, hingga gangguan tidur selama siklus haid berlangsung.
Banyak perempuan menyadari pola yang sama setiap bulan, seperti tubuh terasa lebih berat, energi menurun, hingga aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology bahkan menyebut sekitar 71 persen perempuan melaporkan merasa lelah saat menstruasi.
Penyebab rasa lelah saat menstruasi
Memahami penyebab kelelahan saat menstruasi dapat bermanfaat, terutama jika energi seseorang sedang rendah dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
Berikut merupakan sejumlah penyebab mengapa tubuh sering merasa kelelahan ketika menstruasi:
1. Gejala menstruasi itu sendiri
Dokter kandungan Kelly Culwell menjelaskan, tubuh membutuhkan energi untuk kontraksi rahim dan peluruhan lapisan dinding rahim. Selain itu, gejala lain seperti keram, sakit kepala, dan perdarahan juga ikut berkontribusi terhadap rasa lelah.
Mengutip Women's Health Mag, penanganan gejala menjadi langkah awal. Obat pereda nyeri bisa membantu meredakan keram, sedangkan aktivitas ringan seperti berjalan kaki dapat meningkatkan energi.
2. Perubahan hormon
Turunnya hormon estrogen dan progesteron menjelang menstruasi berdampak langsung pada energi dan suasana hati.
Perubahan hormon ini membuat sebagian perempuan merasa lebih mudah lelah, lesu, bahkan cenderung murung. Kondisi ini merupakan bagian alami dari siklus menstruasi, tetapi efeknya bisa berbeda pada setiap orang.
3. Kekurangan zat besi
Menurut dokter kandungan Kristin Markell, perempuan dengan menstruasi berat lebih berisiko mengalami kelelahan karena kekurangan zat besi. Kondisi ini dapat berkembang menjadi anemia jika tidak ditangani.
Mengutip dari Mouth To Gut, setiap bulan tubuh kehilangan 30-40 ml darah selama periode menstruasi normal. Meski kedengarannya normal, darah tersebut dapat mengandung sekitar 15-20 mg zat besi.
Gejala yang perlu diwaspadai, meliputi tubuh terasa sangat lemas, pusing, detak jantung tidak teratur, hingga kulit tampak pucat. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.
4. Gangguan tidur
Sebuah penelitian dari Sleep Medicine Research menjelaskan, kurang tidur karena gejala menstruasi atau perubahan hormonal juga dapat menyebabkan kelelahan. Akibatnya, tidur menjadi tidak nyenyak, mudah terbangun, atau bahkan mengalami mimpi buruk.
Untuk mengatasinya, penting menjaga kebiasaan tidur yang baik, seperti tidur dan bangun di waktu yang sama, mengurangi aktivitas berat sebelum tidur, serta memberi waktu tubuh untuk beristirahat.
5. Kondisi kesehatan tertentu
Dalam beberapa kasus, kelelahan saat menstruasi bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan lain.
Kondisi seperti endometriosis, fibroid rahim, hingga gangguan tiroid seperti hipotiroidisme dapat menyebabkan kelelahan yang lebih berat. Biasanya, kondisi ini disertai gejala lain, seperti nyeri hebat atau perdarahan berlebihan.
Jika kelelahan terasa ekstrem, berlangsung lama, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis sangat disarankan.
Kelelahan saat menstruasi adalah hal yang nyata dan dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam tubuh. Dengan memahami penyebabnya mulai dari perubahan hormon hingga kualitas tidur, Ada bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengelolanya.
(nga/rti)
Add
as a preferred source on Google

















































