Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto terkait sinergi pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan olahraga di perguruan tinggi pada Jumat (17/4).
Berlangsung di Kemenpora, Jakarta, Menpora Erick menegaskan kesepakatan tersebut menandai pentingnya sinergi lintas kementerian dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam ruang lingkup ekosistem olahraga di Tanah Air.
Sinergi antarkementerian disebut menjadi kunci untuk kebangkitan olahraga Indonesia melalui atlet-atlet yang berasal dari perguruan tinggi. Berbagai fasilitas olahraga yang tersebar di dalam kampus juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan atlet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang terus mendorong para kementerian untuk menguatkan sinergi, sehingga kita terus memperbaiki pelayanan publik dan menghasilkan capaian yang maksimal," ujar Erick.
Erick menyampaikan, kerja sama ini lahir dari diskusi dengan Mendiktisaintek Brian sama-sama punya tujuan untuk membangun keolahragaan berbasis pendidikan tinggi. Atlet-atlet yang tengah menempuh pendidikan baik di dalam maupun luar negeri, atau yang dikenal sebagai student athlete, bisa sambil tetap mengembangankan kemampuan di dunia olahraga.
"Saya sangat mengapresiasi inisiasi kerja sama ini, kami bersama (sepakat) membangun keolahragaan, termasuk talenta atlet yang bisa kita jaga melalui fasilitas pendidikan tinggi," ujarnya.
Melalui MoU ini, pemerintah turut mendorong optimalisasi fasilitas olahraga yang kini telah memiliki payung hukum jelas. Fasilitas tersebut akan disinergikan, terutama yang berada di sekitar lokasi perguruan tinggi.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menambahkan, pihaknya mendorong perguruan tinggi untuk menggairahkan olahraga dilingkungan kampus. Sebab, kata dia, kampus merupakan salah satu tempat lahirnya talenta atlet,
"Kita tahu ada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional, nah di situ saya yakin banyak atlet potensial yang lahir dari kompetisi itu. Kita ingin mahasiswa memiliki kebiasaan untuk berolahraga, hidup sehat," tutur Brian.
Mendiktisaintek juga sepakat untuk perguruan tinggi turut berkontribusi dalam melakukan pengelolaan sarana olahraga, sehingga para akademisi dan mahasiswa yang juga atlet dapat memaksimalkan fasilitas yang tersedia.
"Betul sekali bahwa kampus-kampus sangat mungkin untuk melakukan pengelolaan sarana olahraga, karena tentu kampus dengan entitas akademika yang banyak bisa menjadi objek ataupun pengguna yang nantinya bisa memanfaatkan sarana-sarana olahraga," pungkas Brian.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google


















































