CNN Indonesia
Sabtu, 24 Jan 2026 12:00 WIB
Keluarga selebgram Lula Lahfah menolak dilakukan visum terhadap jenazah selebgram tersebut. (Tangkapan layar instagram @lulalahfah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Keluarga selebgram Lula Lahfah menolak dilakukan visum terhadap jenazah selebgram tersebut, setelah ia ditemukan meninggal dunia di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1) petang.
Kepolisian menyatakan mereka menghormati keputusan tersebut karena tidak menemukan indikasi kekerasan maupun hal mencurigakan di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan penolakan visum disampaikan langsung oleh pihak keluarga dan disertai surat pernyataan dari orang tua Lula.
"Keluarga juga menolak visum dan langsung buat surat bapaknya," ujar Iskandarsyah kepada wartawan saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1). "Menolak untuk divisum. Menjaga privasi anaknya."
Meski visum tidak dilakukan, polisi tetap mengumpulkan informasi awal dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait penanganan Lula.
"Kami masih proses mengumpulkan informasi tambahan dan berkoordinasi dengan rumah sakit yang melakukan penanganan," ujar Iskandarsyah. "Kalau dari secara visual enggak terlihat ada [tanda kekerasan]."
"Kalau dari saksi sekuriti enggak ada yang mencurigakan, dari TKP juga enggak ada. Terus dari orang tua juga menolak ya berarti kita menghargai keputusan, kecuali ada yang mencurigakan," tuturnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto sebelumnya menyampaikan Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1) sekitar pukul 18.44 WIB.
"Kondisi Lula saat ditemukan sudah meninggal dan kaku. Ditemukan sendirian oleh petugas keamanan," kata Budi.
Penemuan jenazah bermula dari kekhawatiran asisten rumah tangga (ART) yang tidak mendapat respons saat mengetuk pintu kamar. Petugas keamanan kemudian membuka pintu apartemen dan menemukan Lula dalam keadaan terlentang di atas kasur.
Polisi juga menemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI di lokasi kejadian. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih memastikan tidak ada tanda penganiayaan.
"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," ujar Murodih.
Jenazah sempat dibawa ke RS Fatmawati sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan oleh Polsek Metro Kebayoran Baru.
(del/end)


















































