Jakarta, CNN Indonesia --
Kedutaan Besar Iran untuk Italia menggertak Presiden AS Donald Trump yang ingin mengutak-atik peserta Piala Dunia 2026.
Komentar pedas itu disampaikan setelah Donald Trump mengutus Paolo Zampolli untuk menghubungi FIFA dalam upaya mengundang timnas Italia sekaligus mengganti Iran di Piala Dunia 2026.
"Sepak bola milik rakyat, bukan milik politisi. Italia mencapai kejayaan di lapangan, bukan melalui keuntungan politik," tulis Kedutaan Besar Iran untuk Italia melalui akun X.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih dalam pernyataan mereka, rencana Trump justru mencoreng nama baik Amerika Serikat. Padahal menurut mereka, Iran hanya datang dengan para pemain yang ingin berkompetisi.
"Upaya mengecualikan Iran dari Piala Dunia hanya menunjukkan 'kebangkrutan moral' Amerika Serikat yang bahkan takut pada kehadiran sebelas pemain muda Iran di lapangan," tulis mereka.
Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino menggaransi Iran tetap jadi salah satu peserta Piala Dunia 2026. Situasi perang AS-Israel versus Iran di Teluk Persia dipandang tak akan memengaruhi.
"Tim Iran pasti akan datang," kata Infantino dilansir dari CNBC. "Kami berharap pada saat itu [kick off Piala Dunia 2026], tentu saja, situasinya akan damai. Itu pasti akan membantu."
"Tetapi Iran harus datang, tentu saja. Mereka mewakili rakyat mereka. Mereka telah lolos kualifikasi. Para pemain ingin bermain," ucap Infantino menjelaskan.
(abs/ikw/nva)
Add
as a preferred source on Google

















































