Kata-kata Erick Thohir Merespons Rasial di EPA U-20

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum PSSIErick Thohir, menegaskan tidak membenarkan segala bentuk tindakan rasial dalam sepak bola nasional, termasuk di kompetisi pembinaan.

Kompetisi Elite Pro Academy (EPA U-20), yang menjadi wadah bagi pesepak bola usia muda, mendadak jadi perbincangan dalam beberapa hari terakhir lantaran kericuhan antarpemain yang juga melibatkan ofisial tim.

Belakangan diketahui ada unsur rasial dalam bentuk ucapan yang memantik seorang pemain bernama Fadly Alberto Hengga melepaskan tendangan ke arah Rakha Nurkholis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erick menekankan pembinaan sepak bola yang harus berjalan sembari membentuk karakter, pengendalian emosi, respek pada lawan, dan kepatuhan terhadap aturan pertandingan, serta keputusan wasit.

"FIFA dan PSSI tidak membenarkan segala bentuk ucapan dan ungkapan rasisme di sepakbola. Baik di kancah internasional dan juga nasional. Sejak usia muda, pemain harus dibentuk dengan prinsip fair play, anti-rasisme, toleransi, disiplin, dan penghormatan kepada wasit. Prestasi tidak cukup hanya dengan skill. Prestasi harus ditopang karakter dan watak yang baik," ujar Erick di Jakarta, Rabu (22/4).

"Kompetisi usia muda harus menjadi wadah tumbuhnya pemain yang lebih dewasa, matang, dan berkemampuan mumpuni. Karena itu, operator, klub, ofisial, dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan pembinaan karakter berjalan sekuat pembinaan teknik," katanya melanjutkan.

Erick meminta iLeague sebagai operator Liga 1, Liga 2 dan EPA terus menegakkan sikap saling menghargai dan empati antar pemain.

PSSI juga meminta sosialisasi antirasialisme, antikekerasan, toleransi, disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan penghormatan kepada wasit terus diperkuat.

Erick pun mengapresiasi pertemuan pemain dan ofisial Bhayangkara FC dengan Dewa United, termasuk mendamaikan Fadly dengan Rakha.

"Saya apresiasi karena kedua klub tetap menomorsatukan persatuan dan kesatuan sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Pancasila, bahwa meskipun kita berbeda-beda daerah, tapi kita semua ini berjuang bersama demi Indonesia. Ini harus menjadi pelajaran bagi pemain," tukas Erick.

[Gambas:Video CNN]

(nva/rhr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International