Jakarta, CNN Indonesia --
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri angkat suara soal proses penyelidikan yang dilakukan pihaknya terkait teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Asep hanya menjawab singkat soal itu saat melakukan peninjauan lapangan persiapan mudik di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia hanya mengatakan insiden tersebut saat ini masih dilakukan pendalaman. Menurut Asep, anak buahnya masih bekerja keras dan berharap agar kasusnya segera terungkap.
"Sedikit saja jawabannya. Masih dilakukan pendalaman. Anggota saya masih bekerja, bekerja keras. Doakan saja bisa terungkap dengan cepat ya," ujar Asep.
Mabes Polri sebelumnya menyebut penyidik sudah mulai menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) penyiraman air keras terhadap Andrie.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan dua orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan awal. Namun, jumlah saksi yang diperiksa masih akan bertambah seiring proses penyidikan.
"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, sedang dalam proses analisis lebih lanjut. Harapannya pelaku dapat segera teridentifikasi," ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (13/3).
Selain itu, penyidik juga telah meminta hasil visum et repertum awal untuk mengetahui kondisi luka korban. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka pada beberapa bagian tubuh.
"Ada beberapa bagian tubuh yang terkena, yaitu dada, wajah, dan tangan," lanjut Isir.
Ia menambahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah memberikan atensi khusus dan memerintahkan agar kasus tersebut diusut secara tuntas.
"Seluruh personel penyidik akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat perkara ini terang benderang serta menangkap pelakunya, siapa pun dia," tegasnya.
(thr/chri)
Add
as a preferred source on Google

















































