Janji Cium Lutut KDM, Wagub Kalbar Singgung Beda Luas Provinsi dan APBD

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Wagub Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan merespons ucapan warga di Sepauk, Kabupaten Sintang, yang membandingkan kondisi jalan di Jawa Barat dengan di provinsi tersebut.

Dalam responsnya tersebut, dia mengaku akan mencium lutut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) jika bisa membangun jalan Kalbar dengan APBD yang ada yakni Rp6 triliun.

Pada kesempatan yang sama, dia juga menjelaskan soal APBD dan luas dua provinsi itu yang tak seimbang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya Kalbar lebih luas dari Jabar, namun jumlah APBD-nya berkali-kali lipat lebih kecil dari provinsi yang dipimpin KDM tersebut.

Mengutip dari detikKalimantan, pernyataan-pernyataan itu dilontarkan Krisantus saat membuka Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kalbar, Kamis (9/4).

Pada kesempatan itu, Krisantus mengaku sudah melihat langsung video keluhan warga terkait jalan rusak di Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang yang ramai di TikTok. Dia mengatakan dalam video tersebut, kondisi jalan di Kalbar dibandingkan dengan infrastruktur di Jawa Barat.

"Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali orang Sepauk--saya tidak tahu itu orang Sepauk asli atau bukan--jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat," kata Krisantus.

Ia menegaskan perbandingan tersebut tidak sebanding, karena perbedaan luas wilayah dan kemampuan anggaran yang jauh berbeda.

Menurutnya, Jabar memiliki luas sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan APBD mencapai lebih dari Rp30 triliun. Sementara, sambung Kristanus, Kalbar memiliki wilayah sekitar 171 ribu kilometer persegi, namun hanya ditopang APBD sekitar Rp6 triliun lebih.

"Dalam video itu, ada yang [bilang] pinjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan. Suruh dia [KDM] jadi Gubernur Kalbar, bertukar kita. Saya mau lihat, kalau bisa bangun Kalbar pakai APBD enam triliun, kucium lututnya," tegas Kristanus.

Menurut Krisantus, semakin luas wilayah maka semakin besar pula biaya pembangunan infrastruktur yang harus ditanggung pemerintah daerah.

"Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya," tegas Krisantus saat membuka Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kalbar, Kamis (9/4) seperti dikutip dari detikKalimantan.

Tak tinggal diam tangani jalan rusak

Meski begitu, Krisantus memastikan pemerintah Kalbar hingga kabupaten/kota tidak tinggal diam. Dia mengaku sudah mulai melakukan penanganan jalan rusak di wilayah Sintang, termasuk di Bedayan.

Ia mengungkapkan, pemerintah kabupaten telah menurunkan alat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) untuk melakukan perbaikan di ruas yang viral tersebut.

"Infrastruktur jalan dan jembatan di Sintang memang berat dengan kemampuan fiskal yang ada. Tapi pemerintah tidak akan tinggal diam," tegasnya.

Sebelumnya, keluhan warga terkait jalan rusak di Bedayan ramai diperbincangkan usai video yang diunggah seorang warga bernama Elisabet viral di media sosial. Dalam video itu, ia bahkan meminta perhatian Gubernur Kalbar Ria Norsan dan menyebut nama Dedi Mulyadi.

"Tolong, lah Kang Dedi. Jalan kami babak belur. Gubernur kami pingsan kayaknya. Gak ada bangun jalan kami," ucapnya dalam video tersebut.

Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memicu beragam reaksi publik, termasuk dari anak-anak di wilayah tersebut yang turut menyuarakan kondisi jalan di daerah mereka.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International