Jangan Sampai Anak Stunting, Ini Cara Cegah Efek Paparan Timbal

5 hours ago 2

CNN Indonesia

Jumat, 23 Jan 2026 16:30 WIB

Satu dari tujuh anak Indonesia terpapar logam berat timbal, ini cara cegah paparannya. Ilustrasi. Satu dari tujuh anak Indonesia terpapar logam timbal, ini cara cegah paparannya. (iStock/rudi_suardi)

Jakarta, CNN Indonesia --

Penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan 1 dari 7 anak di Indonesia terpapar kadar logam berat timbal.

Kadar logam berat timbal di dalam darah cenderung lebih tinggi dari ambang batas. Adapun penelitian tersebut melibatkan 1.617 anak berusia 1-5 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam jangka panjang, ini bisa berefek buruk pada perkembangan otak anak. Anda perlu tahu cara mencegah efek paparan timbal.

Cara cegah paparan timbal

Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Wahyu Pudji Nugraheni, mengatakan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bisa jadi kunci utama untuk mencegah paparan.

Berikut ini cara mencegah paparan timbal pada anak yang perlu diketahui oleh orang tua:

  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Ganti pakaian setelah pulang kerja.
  • Membersihkan rumah secara rutin.
  • Buka alas kaki sebelum masuk rumah.
  • Gunakan produk berstandar Badan POM atau SNI.
  • Kondumsi makanan kaya kalsium, zat besi, dan vitamin C.
  • Periksakan anak secara teratur ke posyandu.

Ganti pakaian setelah pulang kerja menjadi salah satu poin yang ditekankan oleh Wahyu. Pasalnya, banyak anak yang terpapar timbal dari tempat kerja orang tua.

"Misalnya, orang tua yang ayahnya bekerja di pabrik cat. Dia pulang ke rumah masih memakai baju bekas dia bekerja di pabrik cat. Itu sebenarnya memberikan paparan kepada istri, anak. Nah, itu mestinya harus bersih dulu, baru pegang anak," ujar Wahyu di Jakarta Selatan, Rabu (21/1), melansir detikhealth.

Adapun sumber paparan timbal lainnya bisa berasal dari mainan. Risiko paparan bisa makin meningkat jika anak sering memasukkan tangan atau benda apa pun ke dalam mulut. Oleh karena itu, orang tua juga harus rutin membersihkan mainan anak.

Efek paparan timbal terhadap pertumbuhan anak

Anjuran pencegahan paparan timbal tidak bisa dianggap main-main. Pasalnya, efeknya terhadap tumbuh kembang anak sangat besar dan bersifat kumulatif.

Hal ini dikemukakan oleh Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Then Suyanti.

"Jadi efeknya [paparan timbal] ini jangka panjang, ya. Dia enggak terlihat gejala langsung. Kadar tinggi [timbal] yang kami temukan pun, dia tidak bergejala," ujar Then di Jakarta Selatan, Rabu (21/1).

Kandungan timbal dalam darah dapat memicu anemia. Adapun paparan timbal dalam jangka panjang bisa memicu gangguan otak dan saraf, menurunkan IQ dan kecerdasan, serta keterlambatan tumbuh kembang.

"Kasihan anak-anak kita, IQ-nya jadi tidak bagus, tumbuh kembangnya jelek, kemudian stunting," ujar Then.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Ni Luh Putu Indi Dharmayanti.

"Sejumlah studi menunjukkan, bahkan paparan timbal pada kadar terendah pun mempu mengganggu perkembangan otak, fungsi kognitif, serta perilaku anak," ujar Indi, mengutip laman BRIN.

Gangguan ini tentu bisa menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Kini, paparan timbal diakui sebagai salah satu ancaman kesehatan paling serius bagi anak-anak Indonesia. Pasalnya, tubuh mampu menyerap timbal 4-5 kali lebih banyak dibanding orang dewasa.

(rti)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International