Israel Ngaku Tak Tahu Soal Serangan ke Sekolah Tewaskan Ratusan Siswa

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Israel mengaku tidak mengetahui serangan udara mereka atau Amerika Serikat yang menargetkan sebuah sekolah di Iran.

Otoritas Iran sebelumnya melaporkan serangan yang menargetkan sebuah sekolah perempuan pada Sabtu (28/1). Serangan tersebut menewaskan lebih dari 100 orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada saat ini, kami tidak mengetahui adanya serangan Israel atau AS di sana... Kami beroperasi dengan cara yang sangat akurat," kata Juru Bicara Militer Letnan Kolonel Nadav Shoshani, melansir AFP, Minggu (1/3).

Sebelumnya, jumlah korban tewas dalam ledakan yang menghantam sekolah perempuan di kota Minab, Iran selatan, selama serangan gabungan AS-Israel telah meningkat menjadi 148 orang, dengan 95 orang luka-luka, menurut jaksa penuntut setempat.

CNN telah melacak lokasi video dari lokasi kejadian ke Sekolah Shajaba Tayyiba, yang terletak sekitar 200 kaki (61 meter) dari pangkalan militer Iran.

Sekolah tersebut tampaknya pernah menjadi bagian dari pangkalan militer, tetapi citra satelit menunjukkan bahwa kedua lokasi tersebut telah terpisah sejak setidaknya tahun 2016.

Sebelumnya, AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada Sabtu (27/2) ketika negosiasi nuklir masih berlangsung.

Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran melaporkan serangan kedua negara itu menyasar 20 dari 31 provinsi di Iran.

Imbas serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas. Selain Khamenei, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga tewas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim serangan tersebut demi menghilangkan ancaman terhadap Negeri Paman Sam.

"Operasi skala besar yang sedang berlangsung demi membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata," kata Trump pada Sabtu, dikutip NPR.

(dmi/dmi)

Read Entire Article
Korea International