Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan siap membalas Amerika Serikat usai menembaki hingga menyita kapal berbendera Iran, Touska, di Teluk Oman pada Minggu (19/4).
Militer Iran menyebut AS membajak kapal hingga melanggar gencatan senjata dua pekan yang mulai berlaku 8 April.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata AS ini," demikian pernyataan militer Iran pada Minggu, dikutip CNN.
Lebih lanjut, militer Iran menyatakan Amerika Serikat, sebagai negara agresor, melanggar gencatan senjata, melakukan perampokan maritim, dan menyerang kapal dagang Iran di perairan Laut Oman.
AS, kata mereka, juga telah menghancurkan peralatan navigasi kapal dan mengerahkan pasukan di dek
"Secara efektif melakukan tindakan agresi terhadap kapal," imbuh militer Iran.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Kapal USS Spruance menghentikan kapal berbendera Iran Touska karena mengabaikan peringatan pasukan AS.
"[Kapal AS] menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan membuat lubang di ruang mesin," tulis Trump.
"Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut, dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!" imbuh dia.
Trump juga mengatakan Touska masuk daftar sanksi Kementerian Keuangan AS "karena riwayat aktivitas ilegal sebelumnya."
Kapal tersebut terdaftar di situs web Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan sebagai kontainer berbendera Iran yang disanksi AS.
Sementara itu, militer AS yang bertugas di kawasan Timur Tengah, Komando Pusat (US Central Command/CENTCOM), menyatakan pasukan memberi tahu bahwa kapal tersebut melanggar blokade AS.
Namun, menurut mereka, Touska tidak mematuhi peringatan sehingga militer AS menyerang kapal untuk mengevakuasi ruang mesin.
"Spruance melumpuhkan propulsi Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam MK 45,5 inci kapal perusak ke ruang mesin Touska," demikian pernyataan CENTCOM.
Mereka lalu berujar, "Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 kemudian menaiki kapal yang tidak patuh tersebut, yang tetap berada dalam tahanan AS."
Menurut data terbaru yang tersedia dari situs web Marine Traffic, sekitar enam jam sebelum pengumuman Trump, Touska berada sekitar 45 kilometer (28 mil) di lepas pantai selatan Iran, dekat kota Chabahar.
Insiden ini terjadi saat ketegangan terus meningkat di rute pelayaran minyak global Selat Hormuz.
Iran sempat membuka blokade selat itu pada Jumat lalu, tetapi sehari kemudian menutup kembali karena AS terus memburu kapal berbendera Iran yang menuju atau dari pelabuhan negara itu.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google


















































