Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengutuk upaya blokade yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap pelabuhan dan kapal-kapalnya di kawasan Teluk Persia imbas negosiasi antara Teheran dan Washington yang gagal mencapai mufakat di Islamabad, Pakistan.
Teheran menilai upaya Trump memblokade hingga mengajak negara-negara lain membantu mengisolasi kapal-kapal Iran dari perairan internasional adalah tindakan ilegal yang setara dengan pembajakan.
"Pembatasan yang dilakukan oleh AS terhadap kapal di perairan internasional merupakan tindakan ilegal dan dikategorikan sebagai pembajakan," ujar Komando terpadu angkatan bersenjata Iran, dikutip Al Jazeera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu menegaskan jika keamanan pelabuhan terganggu, maka tidak akan ada satu pun pelabuhan di kawasan itu yang aman.
Selain itu, mengutip laporan IRIB, komando itu juga menyebut pelabuhan di Teluk Arab dan Laut Oman harus dapat diakses oleh semua pihak atau tidak untuk siapa pun.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran memandang perlindungan terhadap hak-hak sah negara kami sebagai kewajiban yang wajar dan legal, dan oleh karena itu, pelaksanaan kedaulatan Republik Islam Iran di perairan teritorial negara kami merupakan hak alami bangsa Iran," dikutip IRIB dari pernyataan militer Iran.
Komando itu juga menegaskan sejumlah kapal yang berafiliasi dengan musuh tidak akan diizinkan untuk melintas di Selat Hormuz.
Sementara itu, kapal lainnya tetap diperbolehkan melintas dengan syarat mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Teheran.
Sebelumnya, Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan mulai melakukan blokade terhadap setiap kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Namun, Komando Pusat militer AS (CENTCOM) menjelaskan blokade hanya berlaku bagi kapal-kapal berasal dari Iran, termasuk seluruh pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Senin pukul 10.00 waktu Washington (14.00 GMT).
Trump juga menegaskan pasukan AS akan mencegat kapal-kapal yang telah membayar biaya kepada Iran untuk melintas, bahkan jika kapal itu sudah berada di perairan internasional.
"Tidak ada pihak yang membayar biaya ilegal yang akan mendapatkan jalur aman di laut lepas," tulisnya.
Trump juga mengatakan tujuan ini untuk menekan Iran agar menghentikan penutupan de facto Selat Hormuz yang hanya dibuka bagi sejumlah negara yang dapat izin Iran.
(rnp/rds)
Add
as a preferred source on Google


















































