InJourney Target Kurangi 4 Ribu Ton Emisi Dukung Sustainable Tourism

12 hours ago 1

CNN Indonesia

Senin, 09 Mar 2026 17:00 WIB

Sebagai bentuk komitmen transformasi menuju operasional yang lebih hijau, InJourney menargetkan penurunan emisi sebesar 4 ribu ton CO2e. Ilustrasi. Sebagai bentuk komitmen transformasi menuju operasional yang lebih hijau, InJourney menargetkan penurunan emisi sebesar 4 ribu ton CO2e. (CNN Indonesia/Elise Dwi)

Jakarta, CNN Indonesia --

Memasuki tahun keempat, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney telah mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Komitmen InJourney ini selaras dengan tema 'InJourney 4 tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia'. Dalam tema ini, keberlanjutan menjadi kerangka berpikir dalam mengambil tindakan inisiatif jangka panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sektor pariwisata merupakan investasi masa depan yang menyelaraskan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial. Keberlanjutan dan tanggung jawab adalah fondasi dari transformasi pariwisata nasional.

Menurut Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman, untuk mencapai ekosistem pariwisata berkelanjutan, fokus yang diperlukan tidak terbatas pada insfrastruktur dan program, melainkan juga dari segi sumber daya manusia (SDM) yang dinilai paling esensial.

"Komitmen kami wujudkan melalui green initiative program di lingkungan InJourney Group, yang merupakan sebuah inisiatif untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Inisiatif ini kami rancang untuk menghasilkan dampak yang dapat diukur, konsisten, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi InJourney dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang ramah lingkungan," ujar Herdy dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1), mengutip detiknews.

Sebagai bentuk komitmen transformasi menuju operasional yang lebih hijau dan menerapkan ESG, InJourney menargetkan penurunan emisi sebesar 4 ribu ton CO2e. Langkah awal dari komitmennya ini juga mendukung target Net Zero Emission Pemerintah Indonesia.

Implementasinya telah diwujudkan di anak usaha InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), salah satunya yaitu kawasan wisata The Nusa Dua, Bali yang menerapkan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Fondasi operasional kawasan ini berprinsip pada tanggung jawab lingkungan, membuat The Nusa Dua menjadi destinasi premium yang berkelanjutan.

"Penerapan utilitas hijau seperti Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), waste management terintegrasi, dan reclaim water telah memastikan bahwa aktivitas pariwisata berjalan efisien, aman, dan tetap menjaga daya dukung lingkungan. Bagi ITDC, keberlanjutan bukan hanya agenda, tetapi fondasi operasional kawasan," jelas Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka.

Selama tiga bulan terakhir sejak dioperasikan di The Nusa Dua, fasilitas SWRO telah mampu menghasilkan 331.382 meter kubik air bersih. Jika beroperasi penuh, bahkan fasilitas ini bisa memproduksi sampai 1.314.000 meter kubik per tahun.

Teknologi SWRO menggunakan air laut sebagai sumber alternatif, yang secara signifikan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah maupun air tawar.

Calon penumpang berjalan untuk lapor diri di Terminal keberangkatan 1C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (11/11/2025). PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) akan kembali mengoperasikan Terminal 1 C dengan wajah baru yang memadukan desain modern dan sentuhan tradisional khas Indonesia pada Rabu (12/11) untuk penerbangan domestik. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/agrIlustrasi. Sebagai bentuk komitmen transformasi menuju operasional yang lebih hijau, InJourney menargetkan penurunan emisi sebesar 4 ribu ton CO2e. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Oleh karena itu, selain berkontribusi terhadap keberlanjutan pariwisata, SWRO juga meningkatkan ketahanan air di kawasan tersebut karena menekan risiko kelangkaan air yang mudah terpengaruh oleh iklim.

ITDC Nusantara Utilitas mencatat pencapaian ini sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapat izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengolah air laut menjadi air yang layak dikonsumsi.

"Dengan teknologi yang aman dan terukur ini, kami memastikan pasokan air bersih yang stabil bagi seluruh tenant dan wisatawan tanpa mengorbankan lingkungan. Pengakuan dari KKP menjadi bukti bahwa inovasi hijau dapat berjalan sejalan dengan efisiensi dan standar layanan yang tinggi," ujar Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas, Anak Agung Istri Ratna Dewi.

Selain itu, selama empat tahun terakhir, beberapa upaya yang dilakukan InJourney termasuk transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah.

Ada juga pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, pengembangan destinasi pariwisata unggulan The Mandalika dan The Golo Mori, serta konsisten membawa karya luar biasa Tanah Air ke panggung global melalui Sarinah.

Sederet inisiatif strategis di atas mendorong peningkatan kinerja korporasi, memposisikan InJourney sebagai perusahaan terbesar ke-43 di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi fondasi InJourney untuk menjalankan peran sebagai pencipta nilai (value creation) dan agen pembangunan (agent of development) yang berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

(ana/asr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International