Ikut Aliran Wellness, Aktor Game of Thrones Malah Alami Gangguan Jiwa

4 hours ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 17:00 WIB

Pemeran Gilly dalam serial Game of Thrones, Hannah Murray. (Photo by Dimitrios Kambouris / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP) Pemeran Gilly dalam serial Game of Thrones, Hannah Murray, mengaku dirinya mengalami gangguan psikotik setelah bergabung dengan sebuah aliran wellness pada 2017. (Getty Images via AFP/DIMITRIOS KAMBOURIS)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemeran Gilly dalam serial Game of Thrones, Hannah Murray, mengaku dirinya mengalami gangguan psikotik setelah bergabung dengan sebuah aliran wellness pada 2017. Ia pun tidak menyangka akan mengalami gangguan tersebut.

Hal itu diceritakan Murray jelang perilisan memoar bertajuk The Make-Believe: A Memoir of Magic and Madness yang akan rilis pada Juni 2026. Buku tersebut menceritakan pengalaman mengerikan yang dihadapi Murray kala mengatasi gangguan kejiwaan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mudah untuk berkata, 'Yah, itu tidak akan pernah terjadi padaku,' tetapi kita merugikan diri sendiri ketika mulai mengatakan itu, karena kita tidak tahu," kata Hannah Murray seperti diberitakan Page Six pada Minggu (24/5).

"[Saya] tidak menyangka akan mengalami hal-hal yang ada dalam buku itu," lanjutnya.

Pada awalnya, aktris Inggris tersebut merasa tidak mungkin akan mengalami gangguan psikotik mengingat latar belakang dirinya dan menyadari apa yang sedang dilakukannya.

Kendati demikian, Murray tak putus asa dengan gangguan tersebut. Setelah menyadari kondisinya yang buruk, bintang Skins ini memilih untuk bangkit.

"Saya kira saya tidak akan bisa, bahwa saya aman. Saya berpendidikan tinggi, berasal dari keluarga kelas menengah; semuanya seharusnya baik-baik saja," kata Hannah Murray.

"Saya berpikir, 'Saya pintar. Saya membuat pilihan yang baik.' Ternyata, saya membuat pilihan yang buruk. Tetapi penting untuk memahami mengapa orang melakukan hal-hal ini, daripada berpikir, 'Oh, mereka pasti idiot.' Atau, 'Seberapa bodohnya kamu?'" lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Hannah Murray mengatakan pertama kali mengenal aliran wellness tersebut dari seorang "penyembuh energi" yang ia temui melalui pelatih pribadinya saat berada di lokasi syuting Detroit.

Saat bergabung dalam aliran tersebut, aktris 36 tahun ini merasa ada suasana emosional dan psikologis yang sangat intens. Ia bahkan merasa ada ketertarikan atau energi erotis meskipun tidak ada kontak fisik yang terjadi.

"Pengalaman saya sendiri terasa sangat erotis, tanpa ada kejadian fisik eksplisit apa pun. Hanya ada semacam energi yang terasa di ruangan itu. Saya rasa hal itu sering terjadi di organisasi spiritual yang hierarkis," kenang Hannah Murray.

"Saya merasa menarik bahwa tempat itu pada dasarnya didominasi perempuan, para guru, penyembuh, lalu seorang pria masuk dan dia sangat percaya diri dan karismatik," kata Murray.

"Hal pertama yang dia katakan adalah lelucon tentang seks. Dari energi yang cukup melayang, lembut, dan ragu-ragu itu, tiba-tiba berubah menjadi, 'Hei, aku di sini,' dan, 'Ayo bercinta.' Kurasa dia melakukannya dengan sengaja."

Murray mengatakan telah menghabiskan ribuan dolar untuk mencoba mendapatkan "kebijaksanaan dan keistimewaan," tetapi malah dirawat di unit psikiatri setelah mengalami episode psikotis.

Hannah Murray di Game of ThronesHannah Murray di Game of Thrones Foto: (dok. HBO via IMDb)

Imbas pengalaman tersebut, Hannah Murray didiagnosis menderita gangguan bipolar. Ia pun memutuskan menjauhi segala sesuatu yang berhubungan dengan industri kesehatan dan kebugaran.

Setelah mengalami gangguan psikotik, ia menyadari bahwa praktik wellness yang tampak positif terasa sangat menggoda, terutama ketika seseorang dalam kondisi rapuh dan mencari cara untuk memperbaiki diri secara instan.

"Tapi sekarang saya menyadari betapa meluasnya hal itu. Betapa seringnya orang yang tidak kau kenal menawarkannya sebagai obat," kata Hannah Murray.

"Anda berkata, 'Saya tidak benar-benar bisa tidur' lalu mereka bilang, 'Apakah kau sudah mencoba meditasi?'. Itu ada di mana-mana, dianggap sebagai solusi yang pada dasarnya positif," kata Hannah Murray.

"Dan ada versi yang tidak berbahaya atau positif. Tetapi sebagai seseorang yang mencari sesuatu untuk memperbaiki saya sepenuhnya, tongkat ajaib atau solusi mujarab, janji itu terasa menggoda dan membuat ketagihan," lanjutnya.

(van/end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International