CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 15:00 WIB
Ilustrasi. Sholat tarawih hanya dikerjakan saat bulan Ramadhan. Lantas, bagaimana hukum puasa tapi tidak sholat tarawih? (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sholat tarawih adalah salah satu amalan yang hanya dikerjakan saat bulan Ramadhan. Sholat ini dilakukan pada malam hari setelah sholat Isya.
Namun, bagaimana hukum puasa tapi tidak sholat tarawih? Apakah puasanya tetap sah atau tidak?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sholat tarawih sangat dianjurkan oleh Rasulullah, sebab menjadi ibadah yang hanya dilakukan setahun sekali tepatnya pada bulan suci Ramadan.
Hukum melaksanakan Sholat Tarawih adalah sunnah muakkadah, artinya suatu ibadah sunnah yang sangat diutamakan bahkan mendekati wajib.
Ada banyak dalil mengenai keutamaan sholat tarawih, salah satu hadis Rasulullah SAW yang artinya:
Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim).
Meski begitu, sebagian umat Muslim terkadang tidak sempat melaksanakan sholat Tarawih karena sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Bagaimana hukumnya berpuasa tapi tidak sholat Tarawih?
Hukum tidak sholat tarawih
Hukum sholat tarawih adalah sunnah bagi muslim laki-laki maupun perempuan. Dikarenakan hukumnya sunnah, maka orang yang puasa Ramadhan tapi tidak sholat tarawih tidak akan berdosa apabila tidak mengerjakannya.
Melansir NU Online, orang yang hanya menjalankan puasa di bulan Ramadhan namun tidak sholat tarawih tetap mendapatkan keistimewaan karena mengamalkan perintah puasa. Puasa seorang Muslim tetap sah dan tidak batal apabila tidak disertai sholat tarawih.
Hal ini sebagaimana riwayat Muslim berikut ini:
عن أبي عبد الله جابر بن عبد الله الأنصاري رضي الله عنهما أن رجلا سأل رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم فقال: أرأيت إذا صليت المكتوبات وصمت رمضان وأحللت الحلال وحرمت الحرام ولم أزد على ذلك شيئا أدخل الجنة ؟ قال نعم رواه مسلم ومعنى حرمت الحرام: اجتنبته ومعنى أحللت الحلال: فعلته معتقدا حله
Artinya: "Dari Jabir bin Abdullah RA bahwa seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, 'Ya rasul, bagaimana pandanganmu bila aku hanya sembahyang lima waktu, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal, dan mengharamkan yang haram. Aku tidak menambahkan sesuatu selain itu. Apakah aku dapat masuk surga?' 'Ya, (bisa),' jawab Rasulullah Saw. HR Muslim. Pengertian 'mengharamkan yang haram' adalah menjauhinya dan 'menghalalkan yang halal' adalah melakukannya sambil meyakini kehalalannya," (Lihat Al-Imam An-Nawawi, Al-Arba'in An-Nawawiyyah pada hamisy Al-Majalisus Saniyyah, [Semarang, Maktabah Al-Munawwir: tanpa catatan tahun], halaman 60-61).
Meski seorang muslim yang tidak sholat tarawih tidak akan mendapatkan dosa ataupun konsekuensi lainnya, tapi jika memang tidak ada uzur yang menghalangi seperti haid, nifas, sakit keras dan lain-lain, sebaiknya tetap menyempatkan sholat tarawih sedikitnya delapan rakaat.
Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam menerangkan riwayat sebagai berikut: "Sungguh teramat hina adalah ketika kau bebas dari macam-macam kesibukan, lalu kau tidak menghadap kepada-Nya dan ketika sedikit hambatanmu lalu kau tidak berjalan menuju-Nya."
Demikian penjelasan mengenai hukum puasa tapi tidak sholat tarawih. Puasa tetap sah dan tidak batal meski tidak melaksanakan tarawih. Semoga membantu.
(pua/fef)


















































