Jakarta, CNN Indonesia --
Harga minyak dunia turun pada perdagangan Rabu (22/4), seiring pelaku pasar mencermati kelanjutan prospek perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Ketidakjelasan arah negosiasi membuat investor cenderung menahan posisi di tengah dinamika geopolitik yang masih tinggi.
Mengutip Reuters, harga minyak Brent tercatat turun 21 sen atau 0,2 persen menjadi US$98,27 per barel, setelah sempat menyentuh level US$99,38. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 28 sen atau 0,3 persen ke level US$89,39 per barel, setelah sebelumnya sempat naik hingga US$90,71.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan ini terjadi setelah kedua acuan harga minyak tersebut menguat sekitar 3 persen pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan sebelumnya dipicu oleh sentimen geopolitik, namun kini mulai tertahan oleh ketidakpastian arah kebijakan dan negosiasi.
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu guna memberi ruang bagi kelanjutan perundingan.
Langkah ini diambil beberapa jam sebelum masa gencatan senjata berakhir, meski belum ada kepastian apakah Iran maupun sekutu AS yakni Israel, akan menyetujui perpanjangan tersebut.
Ketidakjelasan respons dari pihak Iran turut menambah ketidakpastian di pasar.
Media Iran melaporkan Teheran tidak meminta perpanjangan gencatan senjata dan tetap bersikeras untuk melawan blokade yang dilakukan AS.
Di sisi lain, aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz masih terbatas. Jalur vital yang biasanya mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia itu hanya dilalui tiga kapal dalam 24 jam terakhir, menandakan gangguan pasokan masih berlangsung.
Analis Nissan Securities Investment Hiroyuki Kikukawa mengatakan pasar saat ini belum memiliki arah yang jelas.
"Dengan hasil pembicaraan yang masih belum pasti dan Selat Hormuz yang masih tertutup, pasar kekurangan arah yang jelas," ujarnya.
Ia menambahkan, selama konflik tidak kembali memanas, harga minyak kemungkinan akan bertahan di kisaran saat ini.
"Kecuali pertempuran kembali terjadi, harga kemungkinan akan tetap berada di level sekarang untuk sementara waktu," katanya.
(ldy/pta)
Add
as a preferred source on Google

















































