Gubernur Bank Indonesia Ungkap Asal Muasal QRIS Lahir di Indonesia

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bercerita asal-usul Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) hadir di Indonesia.

Saat ini, QRIS menjadi terobosan besar dalam teknologi keuangan digital di Indonesia dan BI mencatat telah digunakan oleh hampir 60 juta orang.

Perry menyampaikan QRIS diciptakan dari mimpi untuk membuat transaksi keuangan di Indonesia dapat semakin mudah dengan teknologi digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut mimpi tersebut muncul pada tahun 2019, tepatnya 10 bulan sebelum pandemi Covid-19.

"Di tahun 2019. Kita 10 bulan sebelum COVID. Belum ada (pembayaran) digital di Indonesia. Ingat nggak? Nggak ada QRIS. Adanya Krisdayanti," cerita Perry dalam acara launching Pusat Inovasi Digital Indonesia di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta Pusat, Senin (23/2).

Berangkat dari visi tersebut, Perry menyampaikan pihaknya merancang strategi untuk membuat QRIS pada tahun 2019.

Diawali dengan peluncuran Blue Print Sistem Pembayaran Digital Indonesia 2019-2025 oleh Bank Indonesia. Kemudian, pada 17 Agustus 2019, BI resmi meluncurkan QRIS sebagai standar pembayaran digital nasional.

"Salah satunya 17 Agustus 2019, kita memproklamirkan satu bahasa pelayanan digital pembayaran. Namanya QR Indonesian Standard. Namanya QRIS, dibacanya kris, bukan kiyu ris," terangnya.

Saat itu, QRIS menjadi sejarah besar dalam sektor keuangan digital lantaran berhasil menyatukan sekitar 13 hingga 14 QR pembayaran di Indonesia.

"Itulah visi kita, mimpi pada waktu itu. Dan sekarang berapa QRIS digunakan? 60 juta pengguna QRIS," ujar Perry.

"Yes, that from the dream, to be vision, to be action. And end up to be reality. Itu lah mimpi yang menjadi visi, aksi, dengan sinergi, kolaborasi akhirnya membuat reality," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(fln/ins)

Read Entire Article
Korea International