Jakarta, CNN Indonesia --
Pep Guardiola mengatakan Manchester City tidak punya banyak peluang untuk membalikkan keadaan dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid setelah kalah 3-0 di leg pertama di Santiago Bernabeu pada Kamis (12/3) dini hari WIB.
Manchester City dibuat tercengang oleh hattrick kapten Real Madrid Federico Valverde dalam waktu 22 menit di babak pertama, yang membuat peluang mereka untuk mencapai perempat final semakin tipis menjelang leg kedua di Etihad Stadium pada pekan depan.
Ketika ditanya setelah pertandingan tentang peluang Man City lolos ke perempat final, Guardiola menilai kans timnya melaju ke babak berikutnya sekarang tidak besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang, tidak banyak. Tentu saja kami akan mencoba. Kami akan membaca apa yang perlu diperbaiki dan lebih aktif di sepertiga akhir lapangan, dan kami akan berusaha," kata Guardiola dikutip dari ESPN.
Menjelang pertandingan, pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa memprediksi Guardiola akan memberikan kejutan dengan perubahan dalam susunan pemainnya.
Hal itu benar terjadi dalam laga melawan Real Madrid, Guardiola menurunkan Jeremy Doku, Savinho, dan Abdukodir Khusanov sebagai starter.
Ia juga memindahkan Nico O'Reilly dari lini tengah ke bek kiri. Namun, sayangnya pemain berusia 20 tahun itu melakukan kesalahan yang berujung pada gol pertama Valverde. Guardiola juga mengganti Savinho pada babak pertama saat timnya tertinggal 0-3.
"Sudah berapa kali Nico O'Reilly bermain sebagai bek kiri musim ini? Berapa kali?" kata Guardiola menanggapi pertanyaan tentang apakah ia melakukan kesalahan dalam memilih starter.
"Satu-satunya penyesuaian adalah Khusanov di area itu karena Vinicius datang ke area tersebut dan Anda harus mengendalikannya. Saya pernah melakukan rotasi di Newcastle dengan 11 pemain berbeda dan itu baik-baik saja, jadi pahami maksud saya," ucap Guardiola menambahkan.
(rhr/rhr/sry)


















































