Google dkk Bakal Biarkan Pemerintah Uji Model AI Sebelum Rilis

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Google, Microsoft, dan xAI disebut akan mengizinkan pemerintah Amerika Serikat menguji model AI mereka sebelum dirilis ke publik. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menekan ancaman keamanan siber.

Langkah ini muncul setelah model AI Mythos milik Anthropic memicu kekhawatiran serius soal dampaknya terhadap keamanan siber, mendorong Gedung Putih untuk mempertimbangkan proses peninjauan formal terhadap AI. Hal tersebut diumumkan oleh Institut Standar dan Teknologi Nasional Amerika Serikat (NIST) pada Selasa (5/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjanjian baru antara raksasa AI dan pemerintah AS ini memungkinkan Pusat Standar dan Inovasi AI (CAISI), di bawah Departemen Perdagangan AS, untuk mengevaluasi model AI baru dan potensi dampaknya terhadap keamanan nasional serta keselamatan publik sebelum diluncurkan.

Lembaga tersebut juga akan melakukan penelitian dan pengujian setelah model AI diterapkan. Hingga saat ini, CAISI telah menyelesaikan lebih dari 40 evaluasi model AI.

"Metode pengukuran yang independen dan ketat sangat penting untuk memahami kecerdasan buatan (AI) terdepan dan implikasinya terhadap keamanan nasional," kata Direktur CAISI Chris Fall dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN, Rabu (6/5).

"Kolaborasi industri yang diperluas ini membantu kami memperluas cakupan pekerjaan kami demi kepentingan publik pada momen kritis ini," tambahnya.

Mythos, yang menurut Anthropic jauh lebih unggul daripada model lain dalam hal keamanan siber, memicu gelombang kekhawatiran di kalangan pemerintah, bank, dan perusahaan utilitas selama sebulan terakhir.

Anthropic mengatakan belum merasa nyaman untuk merilis model tersebut secara publik dan membatasi aksesnya hanya kepada kelompok terpilih dari organisasi yang telah disetujui. Mereka juga telah memberikan pengarahan kepada pejabat senior pemerintah AS mengenai kemampuannya.

Sementara itu, OpenAI mengatakan pada pekan lalu bahwa mereka menyediakan model AI paling canggihnya kepada semua tingkatan pemerintah yang telah diverifikasi dengan tujuan untuk mengantisipasi ancaman yang didukung AI.

Jessica Ji, analis riset senior di Pusat Keamanan dan Teknologi Terkini Universitas Georgetown mengatakan kemitraan tersebut dapat memudahkan CAISI dalam menguji model AI dengan menyediakan lebih banyak sumber daya.

"Mereka memang tidak memiliki sumber daya yang sama (seperti perusahaan teknologi besar), baik dalam hal tenaga kerja, staf teknis, maupun akses ke infrastruktur komputasi, untuk menyempurnakan model-model ini dan melakukan pengujian yang ketat," katanya.

Lebih lanjut, Gedung Putih saat ini berencana berkonsultasi dengan sekelompok ahli untuk meminta saran mengenai proses peninjauan pemerintah terhadap model-model AI baru.

Langkah ini akan menandai perubahan dari pendekatan longgar yang selama ini diterapkan oleh pemerintahan Trump dalam regulasi AI.

"Setiap pengumuman kebijakan akan datang langsung dari Presiden. Pembahasan mengenai kemungkinan perintah eksekutif hanyalah spekulasi," kata juru bicara Gedung Putih.

Microsoft Chief Responsible AI Officer Natasha Crampton mengatakan pihaknya secara rutin menguji model-modelnya sendiri, tetapi CAISI menawarkan keahlian teknis, ilmiah, dan keamanan nasional tambahan.

Sementara itu, Google menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai perjanjian tersebut, dan xAI tidak menanggapi permintaan komentar.

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International