Gerak Cepat Satgas PRR Pulihkan Ribuan Faskes Pascabencana Sumatra

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra bergerak cepat memulihkan operasional 3.476 fasilitas kesehatan yang terdampak bencana pada akhir tahun lalu. Saat ini, tersisa 21 Puskesmas Pembantu (Pustu) dalam tahap pembersihan dan renovasi.

Jumlah itu terdiri dari 87 Rumah Sakit Pemerintah, 867 Puskesmas, dan 2.522 Puskesmas Pembantu (Pustu). Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam memastikan fasilitas kesehatan pulih dengan cepat, sehingga ikut menunjang proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.

"Saya melihat fasilitas kesehatan, khususnya RSUD, semuanya berjalan paling cepat dibandingkan sektor yang lain. Pak Menkes turun langsung ke lapangan, mengirim banyak relawan bahkan sampai ke daerah pegunungan," kata Tito saat peresmian penyaluran bantuan ambulans dan alat kesehatan untuk wilayah bencana di Kemenkes, Kamis (12/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pihaknya mengupayakan seluruh fasilitas kesehatan agar segera beroperasi sejak momen awal pascapemulihan bencana. Hal itu untuk bertujuan supaya warga bisa segera mengakses layanan kesehatan.

Budi menambahkan, Kemenkes juga menurunkan relawan kesehatan yang tergabung dalam Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) secara bergelombang di lokasi bencana.

"Dalam waktu dua minggu, sebagian besar rumah sakit sudah kembali beroperasi. Untuk puskesmas, hampir seluruhnya berfungsi kembali dalam waktu empat minggu. Jadi, dalam waktu sekitar satu bulan, layanan kesehatan dasar pada dasarnya sudah berjalan normal," tutur Budi.

Pada saat bersamaan, Satgas PRR memberikan bantuan bagi sekitar 3 ribu tenaga kesehatan (nakes) yang rumahnya rusak akibat bencana banjir di Aceh, Sumatra Barat (Sumbar), dan Sumatra Utara (Sumut). Kini, sekitar 1.000 tenaga medis dan tenaga kesehatan telah mendapatkan persetujuan pencairan dana perbaikan rumah dari pemerintah.

"Setelah fasilitas medis beres, perhatian utama kita adalah para pegawainya. Data kami menunjukkan lebih dari 3 ribu nakes yang rumahnya rusak. Bagaimana mereka dokter, perawat, maupun bidan bisa bekerja optimal melayani masyarakat jika mereka sendiri masih harus memikirkan rumahnya yang rusak," papar Budi.

Untuk perbaikan rumah, Satgas PRR melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rumah rusak berat atau hilang dengan opsi pembangunan kembali rumah oleh Kementerian Perumahan.

Selain perbaikan rumah, nakes terdampak juga berhak mendapatkan bantuan perorangan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan tersebut mencakup uang lauk-pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari selama tiga bulan, bantuan perabotan Rp3 juta, dan bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International