Fakta-fakta Tersangka Pembunuh Anak Politikus PKS di Cilegon

1 day ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Tersangka pembunuhan anak politikus PKS Maman Suherman di Cilegon, Banten, pada 16 Desember 2025 lalu adalah HA (31), karyawan swasta asal Palembang yang tinggal di Perumahan Bumi Rakata.

HA ditangkap saat kembali beraksi membobol rumah mantan anggota DPRD Cilegon, Roisudin Sayuri pada Jumat (2/1) sore.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan mengatakan HA melakukan pencurian rumah mewah karena masalah ekonomi. HA juga mengidap kanker nasofaring stadium 3 sehingga butuh dana untuk pengobatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang bersangkutan rutin tiap minggu melakukan pengobatan rutin maupun kontrol dokter dengan pengobatan kemoterapi di RS S di daerah Semanggi," kata Dian dalam konferensi pers, Senin (5/1).

Selain penyakit yang dideritanya, Dian menyebut himpitan ekonomi yang dialami pelaku juga berasal dari kerugian akibat bermain kripto.

CNNIndonesia.com telah merangkum fakta-fakta terkait tersangka berdasarkan pengembangan kasus.

Identitas tersangka pembunuhan

Polisi mengungkap HA merupakan warga asal Palembang, Sumatera Selatan, yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta di Cilegon. Namun, polisi belum menggali lebih jauh terkait detail pekerjaan HA.

"Orang ini orang Palembang, tinggal di Bumi Rakata," kata Kapolsek Cilegon AKP Firman Al Hamid.

Rugi bermain kripto

Polisi mengungkap motif dari pembunuhan tersebut. HA nekat melakukan aksinya karena faktor ekonomi, dan membutuhkan uang setelah rugi bermain kripto.

"Yang bersangkutan melakukan aksinya, motif ekonomi," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan dalam konferensi pers di Polres Cilegon, Senin (5/1).

Mulanya, pelaku bermain kripto dengan modal awal dari tabungan bersama sang istri sebesar Rp400 juta. HA pun mendapat keuntungan sampai Rp4 miliar.

HA tergiur untuk bermain lagi, namun rugi besar. Setelah kalah, pelaku kemudian meminjam uang dari bank sebesar Rp700 juta, dari koperasi tempat pelaku bekerja sebesar Rp70 juta, dan pinjaman online (pinjol) sebesar Rp50 juta.


Detik-detik tersangka habisi nyawa korban

Saat berhasil masuk ke dalam rumah, tersangka HA melihat ada sebuah brankas di lantai 1. Tersangka langsung mencoba membobol brankas tersebut, namun gagal.

Tersangka lalu naik ke lantai 2 dan masuk ke dalam kamar korban yang berada di sebelah tangga. Pelaku membuka kamar tersebut dan mendapati korban sedang bermain handphone di atas kasur.

"Selanjutnya, korban menghampiri pelaku sudah mengasih kode untuk diam, selanjutnya sempat nanya ayahmu di mana, korban sempat menjawab keluar," kata Dian.

Selanjutnya, tersangka merangkul korban dan membawanya ke balik lemari yang berada di dalam kamar utama ayahnya. Di sana, tersangka berniat mengikat korban, namun korban melakukan perlawanan.

"Korban melakukan perlawanan yakni dengan cara dua kali menendang kemaluan si pelaku, menendang lutut dan siku, di situ pelaku langsung menusuk korban, korban sempat berteriak semakin ditusuk," ujar Dian.

Setelah menusuk korban, tersangka kembali turun ke lantai 1 dan menuju brankas. Di brankas tersebut, polisi menemukan bekas darah pada bagian atas dan bagian kunci kode.

Berlanjut ke halaman berikutnya...


Read Entire Article
Korea International