CNN Indonesia
Senin, 25 Mei 2026 09:00 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai saat El Nino Godzilla mengancam. (iStock/Pheelings Media)
Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino Godzilla pada tahun 2026. Kondisi ini diperkirakan membuat musim kemarau datang lebih cepat dengan cuaca yang lebih panas dan kering dibanding biasanya.
Mengutip dari The Independent, El Nino Godzilla terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik mengalami peningkatan yang memengaruhi pola cuaca global. Dampaknya, curah hujan di Indonesia dapat menurun drastis dan memicu musim kemarau lebih panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berdampak pada lingkungan, suhu panas ekstrem dan udara kering juga bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Tubuh dipaksa bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil, sementara kualitas udara saat musim kemarau juga cenderung memburuk.
Merangkum berbagai sumber, berikut deret penyakit dan gangguan kesehatan yang berisiko meningkat saat fenomena El Nino Godzilla terjadi.
1. Heat stroke atau sengatan panas
Heat stroke merupakan kondisi darurat medis ketika suhu tubuh meningkat drastis akibat paparan panas berlebih.
Menukil dari Healthline, gejalanya meliputi tubuh terasa sangat panas, kebingungan, bicara melantur, mual, muntah, hingga kejang dan kehilangan kesadaran.
2. Gangguan pernapasan
Udara yang semakin kering saat musim kemarau dapat memicu gangguan pada sistem pernapasan. Hal ini membuat saluran napas menjadi lebih mudah iritasi karena lendir pelindung di hidung dan tenggorokan mengering.
Selain itu, kualitas udara saat kemarau biasanya memburuk akibat debu, polusi, dan potensi kebakaran hutan maupun lahan yang lebih tinggi.
3. Migrain dan sakit kepala
Seperti dikutip dari Health Talk, dehidrasi akibat panas dapat memicu migrain dan sakit kepala. Cuaca panas membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan mengganggu keseimbangan elektrolit. Kondisi ini dapat memengaruhi pembuluh darah di otak dan memicu nyeri kepala.
4. Tekanan darah tidak stabil
Cuaca panas dapat membuat tekanan darah menjadi tidak stabil. Pada sebagian orang, tekanan darah bisa turun akibat kehilangan cairan berlebih.
Namun pada kondisi tertentu, tekanan darah justru meningkat karena tubuh bekerja lebih keras untuk menyesuaikan suhu internal. Kondisi ini berbahaya bagi penderita hipertensi maupun penyakit jantung.
5. Serangan jantung dan stroke
Suhu panas ekstrem membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke permukaan kulit agar tubuh dapat mengeluarkan panas melalui keringat.
Beban kerja jantung yang meningkat dapat memicu serangan jantung, terutama pada orang dengan riwayat penyakit kardiovaskular.
Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Circulation pada tahun 2023 menunjukkan bahwa kematian akibat penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh panas dapat melonjak hingga 162 persen.
6. Kulit kering dan iritasi
Kelembapan udara yang rendah membuat lapisan pelindung kulit lebih mudah kehilangan air. Akibatnya, kulit menjadi lebih kering, terasa kencang, gatal, bersisik, hingga mengalami iritasi.
Pada beberapa orang, kondisi ini juga dapat memperparah eksim dan alergi kulit.
7. Mata merah dan iritasi
Udara kering dapat mengurangi kelembapan alami pada mata. Akibatnya, mata menjadi lebih mudah merah, perih, gatal, dan terasa panas. Orang yang kerap beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas lebih rentan mengalami kondisi ini.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau mulai menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas berat di bawah terik matahari, menggunakan pakaian yang nyaman, serta menjaga pola istirahat agar tubuh tetap fit menghadapi cuaca panas ekstrem.
(nga/asr)
Add
as a preferred source on Google


















































