CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2026 20:45 WIB
Ilustrasi. Drama ART selalu terjadi dari tahun ke tahun dengan cerita yang hampir sama. (istockphoto/South_agency)
Jakarta, CNN Indonesia --
Fenomena asisten rumah tangga (ART) yang tidak kembali bekerja setelah mudik Lebaran kembali ramai diperbincangkan. Sejumlah ibu rumah tangga mengeluhkan hal ini di media sosial, menyebutnya sebagai drama tahunan yang kerap terulang setiap tahun.
Bagi sebagian keluarga, kepergian ART secara mendadak bukan hanya soal kehilangan bantuan di rumah, tetapi juga soal penyesuaian ulang dengan rutinitas harian yang berubah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sejumlah alasan yang kerap diungkapkan ART ketika memutuskan tidak kembali setelah Lebaran:
Diminta keluarga untuk pulang
Alasan ini menjadi yang paling sering terdengar.Dalam banyak kasus, kebutuhan keluarga di kampung menjadi prioritas, terutama jika berkaitan dengan orang tua yang sudah lanjut usia atau kondisi keluarga yang membutuhkan kehadiran mereka.
"Ya begitu, yang di kampung minta pulang, jagain keponakan atau orang tua. Biasanya mereka diminta untuk tetap di rumah," kata Hotmaida (32), seorang ibu rumah tangga di Bandung kepada CNN Indonesia, Selasa (1/4).
Orang tua sakit atau kondisi keluarga
Tak sedikit ART yang mengaku harus berhenti bekerja karena kondisi orang tua yang sakit-sakitan.Meski ada anggapan sebagian alasan ini tidak selalu jujur, penting untuk tidak langsung berburuk sangka.
Bagi sebagian ART, keputusan tersebut memang didasari kondisi nyata di keluarga mereka.
Dijodohkan atau ingin menikah
Bagi ART yang masih muda, alasan dijodohkan atau sudah memiliki calon pasangan juga cukup sering muncul.
"Ada juga yang kabarnya sudah menemukan calon, jadi tidak mau jauh dari calon untuk mempersiapkan semuanya," ujar Hotmaida.
Faktor ini sering kali membuat ART memilih menetap di kampung dan tidak kembali bekerja di kota.
Tinggal di kampung lebih nyaman
Selain alasan keluarga, ada juga faktor gaya hidup yang membuat sebagian ART enggan kembali bekerja.
Salah satu ART mengungkapkan, kehidupan di kampung terasa lebih sederhana dan tidak banyak tuntutan.Lingkungan yang lebih santai dan dekat dengan keluarga menjadi pertimbangan besar.
"Di kampung tidak perlu pusing makan, sayur tinggal petik depan rumah, bumbu juga ada. Tidak seperti di kota yang harus lengkap," ujar Epi (21) seorang ART di Bekasi.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, situasi ini tentu tidak mudah. Aktivitas rumah tangga yang sebelumnya terbantu kini harus diurus sendiri.
Mulai dari memasak, membersihkan rumah, hingga mengurus anak, semuanya kembali menjadi tanggung jawab anggota keluarga. Disisi lain, kondisi ini juga bisa menjadi momen untuk menata ulang kebiasaan di rumah.
Cara move on saat ART tak kembali
Melansir berbagai sumber walau terasa berat, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar transisi ini lebih mudah dijalani, yakni sebagai berikut:
1. Terima situasi dan sesuaikan ekspektasi
Melansir Healthline, langkah pertama adalah menerima kondisi yang ada. Tidak semua hal bisa berjalan sesuai rencana, termasuk soal keberadaan ART.Dengan menerima situasi, penyesuaian akan terasa lebih ringan.
2. Atur ulang prioritas pekerjaan rumah
Mulailah dengan menyusun ulang prioritas. Tidak semua pekerjaan harus selesai sekaligus.Fokus pada hal-hal penting seperti kebersihan dasar, kebutuhan makan, dan rutinitas harian.
3. Rapikan rumah secara bertahap
Mengemas ulang dan menata rumah bisa membantu menciptakan sistem baru yang lebih efisien.Perhatikan sudut-sudut rumah yang sebelumnya mungkin jarang disentuh, dan sesuaikan dengan kebutuhan saat ini.
4. Libatkan anggota keluarga
Mengurus rumah tidak harus dilakukan sendiri. Libatkan pasangan dan anak dalam pekerjaan rumah tangga.Selain meringankan beban, hal ini juga bisa menjadi cara membangun kebiasaan mandiri dalam keluarga.
5. Cari ART baru dengan lebih selektif
Jika memang membutuhkan bantuan, mencari ART baru bisa menjadi solusi Perlu diperhatikan bahwa penting untuk melakukan wawancara dengan baik,menjelaskan ekspektasi kerja secara jelas serta membangun komitmen sejak awal.
Langkah ini bisa membantu mengurangi risiko masalah serupa di kemudian hari.
Drama ART yang tidak kembali setelah Lebaran memang bukan hal yang baru. Fenomena ini menunjukkan adanya dua sisi yang perlu dipahami, kebutuhan keluarga di kota dan realitas kehidupan para ART di kampung.
Hindari hanya melihat dari satu sudut pandang, memahami alasan di balik keputusan mereka bisa membantu merespons situasi dengan lebih bijak. Perubahan seperti ini memang menantang akan tetapi dengan penyesuaian yang tepat, rutinitas rumah tangga tetap bisa berjalan meski dengan cara yang berbeda.
(anm/tis)
Add
as a preferred source on Google


















































