'Diasapi' Veda Ega di Moto3 Spanyol, Pembalap Argentina Pasrah

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Valentin Perrone pasrah hanya finis ketujuh atau tepat di belakang Veda Ega Pratama dalam balapan Moto3 Spanyol 2026.

Pembalap Argentina itu sudah mengantisipasi bakal kesulitan balapan di Sirkuit Jerez, namun sempat mendapat rasa percaya diri dan menempati peringkat ketiga di sesi practice sehingga langsung mendapat tiket ke Q2.

Pada sesi free practice (FP) 2 dan kualifikasi yang berlangsung pada hari yang sama, Perrone mengalami masalah yang membuatnya hanya bisa mendapat posisi start ke-12.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika balapan, pembalap Red Bull KTM Tech3 itu sudah berusaha sekuat tenaga untuk meraih hasil terbaik. Perrone mengaku hanya bisa pasrah dan mengakhiri balapan dengan melihat punggung Veda.

"Pada saat balapan, saya tahu saya harus bekerja keras untuk melesat ke depan, dan itu sudah saya lakukan. Saya juga berusaha menjaga ban agar tidak cepat aus, tetapi beberapa kesalahan membuat saya gagal menjaga jarak dengan pembalap di depan dan ada angin juga yang membuat saya kesulitan," kata Perrone dikutip dari situs resmi Red Bull KTM Tech3.

"Ada banyak pembalap yang bersaing di grup kedua dan saya mengalami sedikit kontak jelang akhir, yang membuat saya kehilangan posisi. Saya mencoba yang terbaik dan posisi ketujuh pada akhirnya bukanlah hasil buruk, tetapi kami tahu kami bisa tampil lebih baik," ucapnya melanjutkan.

Mendapat tambahan sembilan poin dari Jerez, Perrone kini menempati peringkat keempat dengan 47 poin. Perrone tertinggal dua poin dari Adrian Fernandez yang ada di peringkat ketiga, dan unggul dua poin dari rekan senegaranya Marco Morelli yang menghuni peringkat kelima.

Perrone sempat naik podium lantaran berada di peringkat ketiga pada Moto3 Thailand. Setelah itu Perrone hanya finis ketujuh di Moto3 Brasil, menduduki peringkat keempat di Moto3 Amerika Serikat, dan finis ketujuh di Moto3 Spanyol.

[Gambas:Video CNN]

(nva/sry)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International