DEN Klarifikasi soal BUMN Ekspor DSI Bakal Ambil Alih Peran Bea Cukai

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Jodi Mahardi membantah kabar adanya rencana pengambilalihan maupun perubahan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di tengah pembahasan penguatan tata niaga sumber daya alam (SDA).

Jodi menegaskan inisiatif yang didorong Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan berfokus pada penguatan sistem pengawasan dan integrasi data lintas instansi, bukan restrukturisasi kelembagaan Bea Cukai.

"Kami menegaskan bahwa Pak Luhut tidak menyampaikan ada rencana pengambilalihan, peleburan, atau perubahan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," ujar Jodi dalam keterangan, Senin (25/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pembaruan tata niaga yang sedang dibahas secara spesifik difokuskan pada sektor SDA karena dinilai membutuhkan pengawasan ekstra untuk menjaga akurasi pencatatan serta meminimalkan kebocoran penerimaan negara.

"Sebagai aset strategis bangsa, sektor ini membutuhkan standar pengawasan ekstra guna memastikan pencatatan yang presisi dan perlindungan maksimal terhadap penerimaan negara," jelasnya.

Dalam konteks tersebut, DEN menyoroti penguatan SIMBARA (Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga) sebagai salah satu model integrasi tata kelola berbasis sistem yang dinilai berhasil.

SIMBARA saat ini menghubungkan data lintas kementerian dan lembaga dalam tata niaga mineral dan batu bara, mulai dari proses produksi, penjualan, pembayaran kewajiban negara, hingga ekspor.

Menurut Jodi, sistem tersebut memungkinkan pengawasan dilakukan lebih terintegrasi dan transparan sekaligus memperkecil ruang penyimpangan maupun kebocoran penerimaan negara.

"Ke depan, pendekatan seperti SIMBARA diharapkan dapat menjadi salah satu ujung tombak penguatan tata kelola perdagangan dan ekspor SDA melalui integrasi data yang lebih menyeluruh dan real-time," katanya.

Selain integrasi data, DEN juga mendorong percepatan digitalisasi dan penerapan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengawasan tata niaga SDA.

"Bentuk penguatan yang didorong adalah integrasi data lintas instansi, percepatan digitalisasi, dan penerapan Artificial Intelligence (AI)," imbuh Jodi.

Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari modernisasi sistem kerja untuk memperkuat transparansi dan efektivitas pengawasan negara. Menurutnya, Luhut selama ini menekankan pentingnya birokrasi yang tangkas dan mampu mengadopsi teknologi lintas instansi demi meningkatkan efisiensi nasional.

"Kami berharap penjelasan ini memberikan kepastian informasi di ruang publik maupun di kalangan pelaku usaha dan pemangku kepentingan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sinyal kuat terkait masa depan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Luhut menyampaikan pungutan ekspor yang sebelumnya dilakukan oleh DJBC, nantinya dapat dialihkan melalui BUMN ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dengan sistem yang terintegrasi.

Dengan begitu, DJBC hanya akan melakukan pengawasan dan didorong untuk memakai ekosistem digital berbasis Artificial Intelligence (AI).

"Bea Cukai? Ya kita lihat saja nanti Pak (Wakil Menteri Keuangan) Sua punya mainan. Kalau memang nanti enggak perlu ya ngapain pakai-pakai Bea Cukai, atau tugasnya dia Bea Cukai ada tapi semua AI. Semua berbasis AI," ujar Luhut saat ditemui usai memberi sambutan dalam acara ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (25/5) dikutip Detikfinance.

Luhut menilai posisi DJBC ke depannya memang perlu dilakukan perbaikan mendalam agar sejalan dengan kehadiran BUMN ekspor tersebut.

Hal ini karena badan usaha di bawah BPI Danantara ini hanya bertugas mengatur tata kelola ekspor sejumlah komoditas sumber daya alam tertentu saja, sedangkan sisanya masih menggunakan sistem lama yang sudah ada.

"Ya nanti saya pikir Bea Cukai ya perlu ada reformasi, ya kenapa tidak? Kalau memang nanti dengan badan (ekspor) ini. Tapi saya sekali lagi percaya dengan sistem. Jadi sistem dengan digitalisasi ini berbasis AI, saya ya sangat pro pada itu karena itu enggak bisa dibohongi," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International