Dekat dengan Kutub, Ini Masjid Paling Utara di Permukaan Bumi

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 03 Mar 2026 10:00 WIB

The Midnight Sun Mosque, rumah ibadah yang dinobatkan sebagai masjid paling utara di permukaan Bumi, berlokasi di utara Kanada, Kota Inuvik. The Midnight Sun Mosque, masjid paling utara di permukaan bumi, lebih dekat ke kutub. (AFP/COLE BURSTON)

Jakarta, CNN Indonesia --

Jauh di utara Kanada, tepatnya di Kota Inuvik yang masuk dalam lingkar Arktik, berdiri sebuah bangunan masjid unik yang menjadi simbol toleransi dan kegigihan.

Ini adalah The Midnight Sun Mosque, rumah ibadah yang dinobatkan sebagai masjid paling utara di permukaan Bumi.

Berada sangat dekat dengan Kutub Utara, masjid ini saksi bisu fenomena alam ekstrem: matahari yang bersinar 24 jam tanpa henti saat musim panas (Midnight Sun), dan kegelapan total sepanjang musim dingin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum dari berbagai sumber, sejarah berdirinya masjid ini pada tahun 2010 tergolong luar biasa. Alih-alih dibangun langsung di tanah Inuvik yang membeku, masjid ini justru "dilahirkan" di Kota Winnipeg.

Mengapa? Karena biaya konstruksi dan logistik di Inuvik sangat mahal akibat faktor cuaca ekstrem dan minimnya tenaga kerja.

Setelah jadi, bangunan masjid utuh ini menempuh perjalanan darat dan laut sejauh 4.500 kilometer menuju Inuvik. Proyek ambisius ini merupakan hadiah dari Zubaidah Tallab Foundation, organisasi nirlaba Muslim di Kanada yang ingin memastikan saudara seiman mereka di ujung dunia memiliki tempat ibadah yang layak.

Luas bangunan The Mignight Sun Mosque mencapai 144 meter persegi. Dengan desain dinding seng tebal ntuk menahan suhu ekstrem, atap limas berwarna hijau, dan sebuah menara ramping yang bercahaya di malam hari.

Sementara itu, masjid ini juga memiliki interior sederhana tanpa kaligrafi rumit, namun fungsional dan hangat. Meski begitu tetap indah di pandang mata.

Oase bagi Minoritas di Kota Terpencil

Kota Inuvik sendiri berpenduduk sekitar 3.500 jiwa. Di tengah populasi tersebut, komunitas Muslim hanya berjumlah sekitar 100 orang.

Kebanyakan dari mereka adalah pendatang dari Sudan, Mesir, hingga Siberia yang menetap di sana untuk bekerja sebagai nelayan, polisi, hingga pegawai kantoran.

Kini, setelah 16 tahun berdiri, The Midnight Sun Mosque bukan sekadar tempat salat berjamaah. Masjid ini telah bertransformasi menjadi pusat komunitas dan simbol keharmonisan antarumat beragama di Inuvik.

Ahmed Al-Khalaf, salah satu pengurus masjid, menegaskan bahwa pintu masjid ini selalu terbuka bagi siapa saja, bukan hanya untuk umat Muslim. "Masjid ini adalah milik Kota Inuvik," ungkapnya.

Meski tidak megah dengan kubah raksasa, keberadaan The Midnight Sun Mosque membuktikan bahwa spiritualitas bisa tumbuh di mana saja, bahkan di tempat paling dingin di dunia sekalipun.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International