CNN Indonesia
Kamis, 30 Apr 2026 09:45 WIB
Ilustrasi. Berikut kumpulan contoh teks amanat upacara Hari Pendidikan Nasional yang bisa digunakan. (ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)
Jakarta, CNN Indonesia --
Upacara bendera menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang banyak dilakukan untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei.
Berikut contoh amanat upacara Hari Pendidikan Nasional yang dapat dijadikan referensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amanat pembina menjadi bagian terpenting dalam pelaksanaan upacara bendera Hardiknas. Bisa dikatakan, amanat ini menjadi inti dari pelaksanaan rangkaian upacara, termasuk pada upacara Hari Pendidikan Nasional.
Isi dari amanat pembina upacara Hari Pendidikan Nasional adalah pembahasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan di Indonesia. Seperti tokoh pendidikan, peran guru, atau tantangan pendidikan saat ini.
Contoh amanat upacara Hari Pendidikan Nasional
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini contoh amanat upacara Hari Pendidikan Nasional yang dapat dijadikan referensi.
Contoh 1)
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Yang utama, mari kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita rahmat, sehingga kita dapat berkumpul dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional 2025.
Shalawat serta salam senantiasa kita ucapkan kepada nabi besar kita, nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kebodohan menuju ke zaman maju dengan ilmu seperti saat ini.
Hadirin yang berbahagia,
Hari ini tepat pada 2 Mei kita memperingati "Hari Pendidikan Nasional". Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita. Setiap individu memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Jika kita berbicara tentang pendidikan, tak bisa lepas dari sosok Ki Hajar Dewantara. Beliaulah yang menjadi pelopor pendidikan di Indonesia.
Ki Hajar Dewantara membuat semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani sebagai bentuk usaha mewujudkan serta membangun kemerdekaan dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti seorang pemimpin harus bisa menjadi contoh.Ing Madya Mangun Karsaberarti pemimpin harus bisa meningkatkan semangat dan Tut Wuri Handayani berarti pemimpin harus memberikan dorongan moral.
Semboyan tersebut memiliki makna mendalam bagi pendidikan kita sampai saat ini. Dengan segala kemudahan dalam belajar saat ini kita harus lebih baik dalam belajar dan mengajar di bidang pendidikan.
Mari kita jadikan Hardiknas 2025 ini sebagai awal yang baru untuk diri kita sendiri dalam belajar dan mengajar, agar tidak ada lagi kebodohan serta ketidaktahuan akan pendidikan.
Demikian pidato saya, mohon dimaafkan jika terdapat kekurangan, kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Contoh 2)
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.
Marilah kita panjatkan puji syukur ke Tuhan YME karena atas rahmat-Nya-lah kita dapat berkumpul bersama pada hari ini dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional.
Dalam kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan pidato singkat mengenai pahlawan pendidikan kita, yakni Ki Hajar Dewantara.
Ki Hadjar Dewantara berjuang agar anak-anak bangsa yang tertindas pada saat itu bisa mendapatkan pendidikan. Sulitnya akses pendidikan, keterbatasan sarana dan prasarana tidak menggetarkan beliau.
Semangat juang Ki Hajar Dewantara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa patut kita teladani. Tanpanya, mungkin bangsa Indonesia tidak bisa mencapai keadaan seperti saat ini.
Saat ini, kita berada di zaman yang mudah untuk mendapatkan pendidikan.
Untuk itu, sudah selayaknya kita dapat belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa menggapai cita-cita.
Cukup sekian pidato dari saya. Mohon maaf apabila ada kesalahan maupun kekeliruan dalam bertutur kata.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh 3)
Salam sejahtera.
Hari ini, dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur, kita berkumpul dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional 2025.
Sebagai generasi penerus bangsa, marilah kita bersama-sama menghadirkan semangat dan kesadaran tinggi akan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa.
Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter dan kebangkitan potensi generasi muda kita.
Namun, masih banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama. Kesenjangan akses pendidikan, kualitas pendidikan yang belum merata, kurangnya sumber daya yang memadai harus segera ditangani.
Mari kita manfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional ini untuk bersama-sama memperbaiki sistem pendidikan kita. Kita jadikan pendidikan sebagai pangkalan perubahan menuju masa depan yang lebih baik.
Semoga semangat perjuangan para pendidik dan tenaga pendidik selalu menyala dalam hati kita.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Demikian contoh amanat upacara Hari Pendidikan Nasional yang dapat dijadikan referensi.
(ahd/fef)
Add
as a preferred source on Google

















































