Contoh Syirik Kecil yang Perlu Diwaspadai Muslim dan Hadisnya

5 hours ago 6

CNN Indonesia

Jumat, 27 Mar 2026 11:13 WIB

Setiap muslim perlu memahami berbagai bentuk syirik, termasuk contoh syirik kecil yang sering terjadi tanpa disadari. Ilustrasi. Setiap muslim perlu memahami berbagai bentuk syirik, termasuk contoh syirik kecil yang sering terjadi tanpa disadari. (iStockphoto/Lukasz Kochanek)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Syirik merupakan perbuatan yang sangat dilarang dalam ajaran Islam karena termasuk dosa paling besar di sisi Allah SWT.

Oleh karena itu, setiap muslim perlu memahami berbagai bentuk syirik, termasuk syirik kecil yang sering terjadi tanpa disadari. Simak contoh syirik kecil dan hadisnya yang wajib diketahui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu selain-Nya, baik dalam ibadah, keyakinan, maupun ketergantungan hati.

Perbuatan ini termasuk dosa paling besar karena menempatkan makhluk setara dengan Sang Pencipta. Sebagaimana Allah SWT berfirman:


إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا


Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa: 48)

Secara umum, syirik terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar menyebabkan seluruh amal menjadi gugur dan pelakunya tidak mendapatkan ampunan apabila tidak bertaubat sebelum meninggal dunia.

Sementara itu, syirik kecil tidak mengeluarkan seseorang dari Islam, tetapi tetap menjadi dosa besar yang dapat merusak nilai amal ibadah.

Syirik kecil biasanya berkaitan dengan niat, ucapan, maupun perbuatan yang secara tidak langsung menyekutukan Allah SWT.

Oleh karena itu, memahami contoh syirik kecil dan hadisnya menjadi hal penting agar umat Islam dapat menjaga kemurnian ibadah.


Contoh syirik kecil dan hadisnya

Dikutip dari buku Kiat Membersihkan Hati Dari Kotoran dan Maksiat karya Ibn Qayyim al-Jauzah (2008), syirik kecil adalah perbuatan menyekutukan Allah dalam niat beribadah atau melakukan amal kebajikan dengan tujuan mendapatkan pujian manusia, bukan semata-mata mencari keridaan Allah SWT.

Bentuk syirik ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan terkadang tidak disadari oleh pelakunya.

Berdasarkan penjelasan ulama, syirik kecil terbagi menjadi dua macam, yaitu syirik zahir (nyata) dan syirik khafi (tersembunyi).


1. Syirik zahir (nyata)

Syirik zahir merupakan syirik kecil yang tampak melalui ucapan atau perbuatan. Dalam bentuk ucapan contohnya bersumpah dengan nama selain Allah SWT.

Hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadis berikut. "Barang siapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik." (HR At-Tirmidzi dan al-Hakim). Bersumpah menggunakan nama selain Allah termasuk bentuk pengagungan kepada makhluk yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah SWT.

Contoh ucapan yang keliru yaitu berkata "Kalau bukan karena kehendak Allah dan kehendak fulan." Yang benar seharusnya "Kalau bukan karena kehendak Allah, kemudian karena kehendak si fulan."

Kata "kemudian" menunjukkan urutan bahwa kehendak manusia berada di bawah kehendak Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT.


وَمَا تَشَآءُوْنَ إِلَّا أَنْ يُشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَلَمِيْنَ

Artinya: "Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam." (QS. At-Takwir: 29)


2. Syirik khafi (tersembunyi)

Syirik khafi berhubungan erat dengan niat serta dorongan hati seseorang, misalnya riya' (ingin dipuji orang lain) dan sum'ah (ingin didengar orang lain).

Oleh sebab itu, Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap bentuk syirik ini, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut."Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil." Mereka bertanya, "Apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Yaitu riya." (HR Ahmad)

Riya merupakan sikap ketika seseorang menjalankan ibadah bukan semata-mata karena Allah, melainkan agar dilihat oleh orang lain.

Perbuatan ini muncul saat seseorang mengharapkan pujian atau pengakuan manusia atas amal yang dilakukannya.

Nah itulah salah satu contoh syirik kecil dan hadisnya yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam aktivitas sosial yang melibatkan penilaian manusia.

(gas/fef)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International