Cerita Chiki Fawzi Lihat Aktivis Indonesia Ditahan Militer Israel

1 hour ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 19:00 WIB

Sekembalinya ke Indonesia, Chiki Fawzi mengungkapkan hal-hal yang ia lihat saat aktivis Indonesia ditahan militer Israel. Sekembalinya ke Indonesia, Chiki Fawzi mengungkapkan hal-hal yang ia lihat saat aktivis Indonesia ditahan militer Israel. (Tangkapan layar youtube TRANS TV Official)

Jakarta, CNN Indonesia --

Chiki Fawzi akhirnya balik ke Indonesia setelah berbulan-bulan menjalankan misi kemanusiaan untuk Gaza. Perjalanan kemanusiaan yang dijalani Chiki terbilang sangat berisiko, berpindah dari satu etape ke etape lain, mulai dari Barcelona hingga Turki.

Ketika situasi memuncak, sembilan relawan warga negara Indonesia (WNI) bertugas di atas kapal bantuan untuk berlayar langsung menuju Gaza, sementara Chiki memantau pergerakan dari pusat komando di Istanbul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun mengungkapkan ketegangan tak terbendung saat kapal-kapal tersebut dihadang secara paksa oleh militer Israel di perairan internasional.

"Yang berlayar itu ada sembilan orang. Ditambah aku dan koordinator kami, Uni Maimun, jadi totalnya ada 11 orang," ungkap Chiki Fauzi seperti diberitakan detikcom, Selasa (26/5).

"Sembilan orang yang ada di atas kapal itu lah yang kemudian dihadang dan ditahan oleh militer Israel," jelasnya merinci jumlah tim yang terlibat.

[Gambas:Video CNN]

Selama masa tersebut, Chiki mengaku menyaksikan langsung melalui layar pantauan bagaimana detik-detik interseptor militer melakukan penahanan terhadap rekan-rekannya.

Kesaksian yang ia terima setelah para relawan dibebaskan menggambarkan betapa brutalnya intimidasi fisik yang dilakukan oleh pihak keamanan otoritas setempat selama masa penahanan berlangsung.

Menurut Chiki, perlakuan aparat terhadap rekan-rekannya sangat jauh dari batas kemanusiaan.

"Sangat parah. Mereka dipukuli, disetrum, dan diborgol menggunakan kabel ties yang sangat kencang sampai melukai tangan. Ada satu jurnalis yang setelah bebas aku temani di rumah sakit, dia sampai kencing darah karena bagian ginjalnya dipukuli terus-menerus," tuturnya.

Meski sempat berada di tengah pusaran konflik yang mengancam nyawa, Chiki menegaskan bahwa rasa takut terhadap represi manusia harus disingkirkan demi menyuarakan kebenaran bagi rakyat Palestina yang telah lama tertindas.

"Sejujurnya, aku lebih takut sama alam. Di laut Mediterania itu kapalnya bisa miring banget sampai kita harus ikat diri pakai karabiner supaya enggak , tapi kalau sama militer, aku enggak takut. Kita harus membebaskan pikiran kita dari rasa takut kepada Israel," pungkasnya.

Kepulangan perempuan berusia 37 tahun ini ke Indonesia ini disambut penuh emosional oleh keluarga terutama sang ayah, Ikang Fawzi.

"Ayah menjemput langsung. Beliau langsung peluk aku erat banget dan cuma bilang, 'Welcome home, Ade'. Rasanya campur aduk banget saat itu," ungkap Chiki Fawzi.

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International