Bukan Cuma Nabung Uang, Kamu Juga Perlu Nabung Tulang

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 21 Apr 2026 14:00 WIB

Tak hanya uang, kesehatan tulang juga perlu 'ditabung' sejak muda untuk mencegah osteoporosis di masa depan. Ilustrasi. Menjaga kesehatan tulang bisa dilakukan salah satunya dengan olahraga. (istockphoto/JulPo)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Selama ini, kita akrab dengan konsep menabung uang atau berinvestasi demi masa depan. Namun, pernahkah terpikir untuk 'menabung tulang'?

Istilah ini mungkin terdengar tidak biasa, tetapi sama pentingnya. Kekuatan tulang di usia muda sangat menentukan kondisi tubuh saat menua. Semakin baik kualitas tulang yang dibangun sejak dini, semakin kecil risiko masalah kesehatan di kemudian hari.

Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah osteoporosis, yakni kondisi ketika proses penghancuran tulang lebih cepat dibandingkan pembentukan tulang baru. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan mudah patah, bahkan tanpa benturan keras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, osteoporosis kerap dianggap sebagai penyakit lansia. Namun, anggapan tersebut mulai bergeser. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini juga bisa terjadi pada usia muda, ditandai dengan rendahnya kepadatan tulang dan meningkatnya risiko patah tulang.

Tulang yang rapuh bahkan bisa patah saat melakukan aktivitas ringan, seperti membungkuk atau mengangkat barang. Selain itu, osteoporosis juga dapat menyebabkan nyeri punggung, postur tubuh membungkuk, hingga penurunan tinggi badan.

Dalam kasus tertentu, risiko patah tulang belakang meningkat dan dapat mengganggu mobilitas sehari-hari.

Mengacu pada Mayo Clinic, setiap orang berisiko mengalami osteoporosis seiring bertambahnya usia. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat mempercepat kemunculannya, bahkan sejak usia muda.

Beberapa di antaranya meliputi faktor genetik, kekurangan nutrisi seperti kalsium dan vitamin D, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.

Pada anak-anak dan remaja, kondisi ini juga bisa dipicu oleh gangguan makan seperti anoreksia, penyakit celiac, hingga penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang.

Padahal, usia muda merupakan fase krusial dalam membangun kekuatan tulang. Puncak massa tulang umumnya tercapai sekitar usia 30 tahun. Artinya, kebiasaan di usia 20-an sangat menentukan kesehatan tulang di masa depan.

Cara mencegah sejak dini

Meski tidak bisa sepenuhnya dicegah, risiko osteoporosis dapat ditekan dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak muda. Bahkan, semakin dini dilakukan, semakin besar manfaatnya.

Berikut cara menabung tulang sejak dini:

1. Cukupi asupan kalsium dan vitamin D

Kalsium berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang, sementara vitamin D membantu penyerapan kalsium dalam tubuh. Sumber kalsium bisa diperoleh dari susu, keju, sayuran hijau, kacang-kacangan, hingga ikan seperti sarden.
Adapun vitamin D bisa didapat dari paparan sinar matahari serta makanan seperti ikan berlemak dan telur.

2. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik, terutama yang memberikan beban pada tulang seperti jalan cepat, lari, atau latihan kekuatan, terbukti membantu memperkuat tulang dan memperlambat penurunan kepadatan tulang.

3. Hindari rokok dan alkohol

Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat menurunkan kepadatan tulang. Mengurangi atau menghentikan kebiasaan ini memberi dampak signifikan bagi kesehatan tulang.

4. Terapkan gaya hidup aktif sejak muda

Membangun massa tulang yang kuat sejak anak-anak dan remaja menjadi kunci utama. Semakin tinggi massa tulang yang terbentuk di usia muda, semakin rendah risiko osteoporosis di kemudian hari.

Osteoporosis memang tidak selalu menimbulkan gejala di awal. Namun, kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele, seperti kurang bergerak, jarang terpapar sinar matahari, atau pola makan yang tidak seimbang, bisa berdampak besar dalam jangka panjang.

Karena itu, menjaga kesehatan tulang bukan hanya urusan orang tua. Justru, langkah pencegahan paling efektif dimulai sejak usia muda, saat tulang masih berada dalam fase terbaik untuk diperkuat.

(anm/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International