Bukan Cuma Flu, Masalah Lambung Juga Bisa Muncul di Musim Hujan

4 hours ago 2

CNN Indonesia

Jumat, 23 Jan 2026 19:15 WIB

Musim hujan identik dengan flu dan DBD. Padahal, sanitasi buruk saat hujan dan banjir juga bisa memicu gangguan lambung hingga tipes. Ilustrasi. Bukan cuma flu, masalah lambung juga mengintai di musim hujan. (iStock/Sinenkiy)

Jakarta, CNN Indonesia --

Musim hujan yang datang bertubi-tubi belakangan ini kerap dikaitkan dengan meningkatnya kasus flu, batuk-pilek, demam berdarah, hingga penyakit kulit akibat genangan air. Namun, ada satu masalah kesehatan yang sering luput dari perhatian, yakni gangguan pencernaan, termasuk naiknya asam lambung.

Cuaca hujan berkepanjangan dan banjir di berbagai wilayah ternyata dapat memicu masalah lambung. Hal ini berkaitan erat dengan menurunnya kualitas kebersihan dan sanitasi lingkungan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Eka Hospital MT Haryono, Ario Perbowo Putra, menjelaskan bahwa hujan dan banjir menciptakan lingkungan yang lebih mudah terkontaminasi kuman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika hujan dan banjir, lingkungan menjadi kotor. Kuman bisa menempel di tangan, pakaian, atau benda-benda yang kita pegang. Kalau kebersihan tidak dijaga, ini bisa menjadi port d'entrée atau pintu masuk penyakit," ujar Ario ditemui saat Grand Opening Eka Hospital MT Haryono di Jakarta, Jumat (23/1).

Kuman yang menempel di tangan atau permukaan benda dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh, terutama saat seseorang menyentuh mulut, mengucek hidung, atau makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Kondisi inilah yang kemudian memicu berbagai keluhan saluran cerna.

"Keluhannya bisa berupa mual, begah, perut terasa tidak nyaman, hingga nyeri lambung atau dispepsia," jelasnya.

Tak hanya gangguan lambung, penyakit pencernaan lain seperti diare dan tipes juga berisiko meningkat di musim hujan. Pada tipes, bakteri menyerang usus dan menyebabkan demam yang disertai gangguan pencernaan, baik diare maupun konstipasi.

"Jadi bukan cuma demam berdarah atau batuk-pilek. Keluhan saluran cerna juga sering muncul saat musim hujan, mulai dari dispepsia, mual-muntah, sampai tipes," kata Ario.

Gangguan pencernaan ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Karena itu, menjaga kebersihan menjadi kunci utama pencegahan.

"Walaupun hujan datang sebentar-sebentar dan kita sering basah, jangan malas cuci tangan. Itu yang paling penting," ujarnya.

Selain kebersihan tangan, perhatian terhadap makanan juga tak kalah penting. Pastikan alat makan bersih, alas makan higienis, serta makanan dimasak hingga matang sempurna.

"Kalau ragu dengan kebersihan tempat makan, sebaiknya hindari makanan mentah atau setengah matang. Pilih makanan yang well-done karena proses memasak yang baik bisa membunuh bakteri," tutur Ario.

Dengan menjaga kebersihan diri, peralatan makan, serta memilih makanan yang matang dan higienis, risiko gangguan lambung dan penyakit pencernaan di musim hujan dapat ditekan. Jadi, di tengah hujan dan banjir yang kian sering terjadi, bukan hanya payung yang perlu disiapkan, tetapi juga kesadaran menjaga kebersihan demi kesehatan tubuh.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International