Bos Bulog Ungkap Syarat Wujudkan Beras Satu Harga

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan satu syarat agar kebijakan beras satu harga di seluruh Indonesia terwujud.

Saat ini, harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) produksi Bulog masih dibedakan berdasarkan tiga zona.

Rizal menjelaskan beras satu harga bisa terwujud jika pemerintah margin fee Bulog untuk program penugasan. Pembahasan kenaikan margin fee Bulog sudah dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) dengan kementerian terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin kami di Rakortas, memang salah satunya membicarakan kenaikan margin fee dari Bulog," kata Rizal dalam konferensi pers di kantor pusat Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (2/1).

Ia mengatakan margin fee Bulog tak pernah berubah sejak 2012, yakni hanya sebesar Rp50 per kilogram (kg), padahal beban penugasan dan jangkauan distribusi Bulog terus meluas hingga wilayah terpencil.

"Bulog ini sejak tahun 2012 margin fee-nya hanya Rp50. Nah, berkaitan dengan prestasi Bulog yang bahkan sekarang ini bisa jadi swasembada pangan, ya, syukur alhamdulillah ini Bulog diberikan apresiasi, Pak," tambahnya.

Rizal menyampaikan pemerintah berencana memberikan apresiasi tersebut dalam bentuk kenaikan margin fee, yang saat ini pembahasannya sedang berlangsung di rapat koordinasi teknis (rakornis).

"Apresiasi oleh pemerintah direncanakan, akan disetujui untuk kenaikan margin fee-nya itu. Nah, margin fee-nya itu akan dinaikkan. Kenaikan margin fee ini sudah dilakukan di Rakortas dan kemarin perintahnya untuk dilakukan dengan rakornis," terang Rizal.

Ia pun menekankan kenaikan margin fee untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dengan mewujudkan harga beras SPHP satu harga di seluruh Indonesia.

"Mudah-mudahan dengan naiknya margin fee ini, ya, dengan naiknya margin fee Bulog ini, Bulog akan meningkatkan pelayanannya. Ya, Bulog akan meningkatkan layanannya khususnya," ujarnya.

Saat ini, harga beras SPHP dibedakan berdasarkan tiga zona distribusi, yakni zona 1 mencakup wilayah dengan ongkos logistik rendah, sementara zona 2 dan 3 mencakup wilayah dengan biaya distribusi lebih tinggi.

"Nah, harapannya nanti, kalau sudah naik margin fee-nya, beras SPHP-nya itu nanti jadi 1 zona. Hanya zona 1. Jadi itu di harga up gudang Rp11 ribu per kg," kata Rizal.

Rizal menyampaikan kebijakan satu harga dan usulan kenaikan margin fee mengacu kepada BUMN lain, seperti PLN dan Pertamina.

"Kenaikan margin fee ini, kami mengacu dengan saudara-saudara kami, yaitu BUMN yang lain, yaitu PLN dan Pertamina juga dapat margin fee 7 persen," ujar Rizal.

"Seperti Pertamina, Pertamina bisa kasih harga satu harga (BBM) untuk seluruh Indonesia, Bulog juga harus mampu memberikan satu harga seluruh Indonesia, yaitu dengan harga yang flat, di Rp11 ribuan, yaitu seperti di wilayah zona 1," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(fln/pta)

Read Entire Article
Korea International