Bos Agrinas Akui Total Proyek Mobil CBU India 50 Persen Lebih Murah

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) Joao Angelo De Sousa Mota mengungkap alasan mengapa akhirnya memilih kendaraan impor dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satunya terkait harga jauh lebih terjangkau dibanding sederet pikap yang banyak beredar di dalam negeri.

Joao menyampaikan selisih harga untuk pikap 4x4 yang berhasil ia peroleh mencapai 50 persen lebih murah.

Namun saat ditanya soal detail harga pikap impor India tersebut, ia enggan mengungkapnya karena terikat perjanjian kerahasiaan (NDA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mendatangkan NDA dengan perusahaan Mahindra maupun dengan Tata. Karena kami beli dalam bulk, dalam jumlah yang banyak, harganya hampir 50 persen lebih murah daripada produk 4x4 yang beredar sekarang di pasaran di Indonesia. Jadi itu yang menjadi salah satu patokan kami," ungkap Joao melansir CNBC Indonesia, Senin (23/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia hanya membenarkan nilai kontrak pengadaan proyek ini mencapai Rp24,66 triliun. Lantas jika menggunakan kontrak dengan produsen lokal, Agrinas mengkaji, nilai itu diprediksi akan lebih besar.

Pengadaan tersebut melibatkan dua merek otomotif ternama asal India yaitu Mahindra & Mahindra (Mahindra) dan Tata Motors. Semua model yang diimpor dengan spesifikasi penggerak 4x4, sedangkan spesifikasi pikap yang telah diproduksi banyak produsen di Tanah Air jenis 4x2.

Ia menuturkan pikap CBU asal India itu kini sudah mulai didistribusikan untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih di berbagai daerah Indonesia. Joao melanjutkan nantinya pikap-truk impor berjumlah 105 ribu unit itu akan dikirim satu unit per satu Koperasi Merah Putih.

"Sekarang sudah tiba, sudah kita distribusikan juga sebanyak 200, kemudian minggu depan akan tiba lagi 400. Dan sampai akhir bulan ini akan tiba 1.000 unit. Kita akan terus segera langsung kita distribusikan ke tempat-tempat yang sudah siap maupun ke tempat-tempat yang belum siap," kata Joao.

Kata dia unit kendaraan tersebut akan disimpan di Kodim, sembari menunggu kesiapan koperasi.

"Kita akan langsung taruh di Kodim-Kodim, sehingga ketika koperasinya sudah siap langsung kita lakukan mobilisasi ke Koperasi di mana kita akan bagikan. Setiap kooperasi akan dapat satu unit," ucap Joao.

(ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International