Bahlil Kenang Kejayaan Lifting Migas RI, Siap Lelang 110 Blok di 2026

5 hours ago 2

Makassar, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenang kejayaan lifting minyak RI yang pernah mencapai 1,5 juta hingga 1,6 juta barel per hari (bph) pada 1996-1997.

Konsumsi domestik saat itu, kata Bahlil, sekitar 500 ribu bph. Tak ayal, Indonesia mampu mengekspor sekitar 1 juta BPH.

"Kondisi tersebut membuat Indonesia sempat menjadi anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), dengan kontribusi sektor minyak mencapai 43 persen terhadap APBN," ujar Bahlil saat sambutan di acara Sidang Dewan Pleno BP HIPMI di Makassar, Minggu (15/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun lepas reformasi, kata Bahlil, lifting minyak terus menurun dan dalam 10 tahun terakhir tidak pernah mencapai target asumsi APBN.

"Alhamdulillah, kemarin untuk pertama kali dalam 10 tahun terakhir, target APBN 605 ribu barel per hari bisa tercapai. Realisasi lifting kita sekitar 605 ribu koma 3 barel per hari," ungkapnya.

Meski lifting mulai menunjukkan perbaikan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Saat ini, impor minyak mencapai sekitar 1 juta barel per hari. Total impor energi baik BBM, crude, maupun LPG, mencapai sekitar Rp520 triliun.

Bahlil mengingatkan, tanpa terobosan strategis, Indonesia sulit mewujudkan kedaulatan energi. Ia juga menyoroti bahwa ketergantungan impor menguntungkan pihak-pihak tertentu yang diuntungkan dari kondisi tersebut.

Sementara ini, pemerintah menyiapkan sekitar 110 blok siap lelang untuk meningkatkan produksi yang diharapkan mampu mendorong ketahanan sekaligus kedaulatan energi nasional.

"110 blok baru ini untuk mendorong ketahanan energi dan swasembada energi. Saya sudah minta," ujarnya.

Selain itu, pada tahun ini proyek di bawah koordinasi SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mencapai sekitar 42 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp600 triliun. Seluruh peluang tersebut, tegas Bahlil, terbuka secara profesional dan transparan.

Bahlil juga menetapkan kebijakan afirmatif: proyek dengan nilai di bawah Rp100 miliar tidak boleh lagi seluruhnya dikerjakan oleh kontraktor dari Jakarta.

"Kasih pekerjaan itu kepada anak-anak daerah di mana lokasi itu ada," tegasnya.

Namun demikian, Bahlil mengingatkan bahwa pelaku usaha daerah harus benar-benar siap secara profesional dan tidak hanya mengandalkan proposal tanpa kesiapan teknis dan manajerial.

"Di dunia migas itu bicara profesional. Ini peluang, silakan dimanfaatkan," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(mir/sfr)

Read Entire Article
Korea International