CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 10:30 WIB
Ilustrasi serangan rudal yang terjadi di Timur Tengah. (AFP/FADEL SENNA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Media sosial saat ini tengah dibanjiri unggahan dari para influencer hingga turis yang merekam momen pencegatan rudal balistik di langit Timur Tengah.
Namun, otoritas keamanan di kawasan tersebut memperingatkan bahwa tindakan membagikan cuplikan tersebut dapat berujung pada konsekuensi hukum serius.
Pemerintah di sejumlah negara Teluk mulai memperketat pengawasan terhadap konten digital demi menjaga keamanan nasional dan mencegah penyebaran berita bohong (hoax).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas keamanan menekankan bahwa pembatasan ini bukan tanpa alasan. Ada dua risiko utama yang ditimbulkan dari unggahan warga sipil:
1. Membocorkan Posisi Militer: Video pencegatan rudal dapat mengungkap lokasi persis sistem pertahanan udara (seperti Iron Dome atau Patriot), yang menjadi informasi intelijen berharga bagi musuh.
2. Evaluasi Serangan Lawan: Rekaman dampak ledakan di darat dapat digunakan musuh untuk memperbaiki akurasi serangan berikutnya dengan mengetahui titik mana yang berhasil ditembus.
Melansir Euronews, aturan serupa diketahui juga diterapkan secara ketat di Ukraina selama invasi Rusia guna melindungi kerahasiaan operasi militer.
Beberapa negara telah mulai melakukan penangkapan terhadap pelanggar di antaranya, Bahrain yang menangkap dua orang pada Sabtu (28/2) karena menyiarkan secara langsung (live broadcast) situasi serangan.
"Siapa pun yang merekam atau menyebarkan video dari lokasi kejadian akan dimintai pertanggungjawaban hukum karena mengancam ketertiban umum," tegas Kementerian Dalam Negeri Bahrain.
Otoritas Kuwait juga melarang perekaman aktivitas petugas keamanan yang sedang bertugas guna mencegah kecemasan publik dan penyebaran informasi yang tidak akurat.
Sementara untuk Qatar dan Dubai, Media Office setempat mendesak warga untuk tidak menyebarkan rumor atau foto kerusakan pascaserangan guna menghindari jeratan hukum.
Pemerintah negara-negara Timur Tengah mengimbau masyarakat untuk hanya mempercayai dan membagikan informasi dari kanal resmi guna menghindari disinformasi. Berikut adalah beberapa akun otoritas yang disarankan untuk diikuti:
- Bahrain: @moi_bahrain
- Uni Emirat Arab: @DXBMediaOffice / @ADMediaOffice
- Qatar: @MOI_QatarEn
- Kuwait: @Moi_kuw
- Yordania: @moi_jor
- Arab Saudi: @MOISaudiArabia
Bagi warga negara asing, termasuk WNI yang berada di kawasan tersebut, sangat disarankan untuk melakukan lapor diri ke kedutaan besar setempat guna mendapatkan pembaruan keamanan secara berkala langsung dari sumber yang sah.
(wiw)


















































