Awas, Ini 5 Potensi Efek Samping Minum Vitamin Rambut, Kuku, dan Kulit

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 03 Mar 2026 06:15 WIB

Perawatan kulit tak hanya dilakukan lewat penggunaan produk kecantikan tapi juga konsumsi suplemen. Namun hati-hati dengan efek sampingnya. Ilustrasi. Suplemen kecantikan menawarkan manfaat rambut lebat, kulit berkilau, dan kuku kuat. Namun ada beberapa efek samping yang perlu diperhatikan. (Shutterstock)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Siapa yang tak ingin memiliki rambut lebat, kulit glowing, dan kuku kuat? Tak heran sebagian orang mengonsumsi vitamin untuk rambut, kulit, dan kuku. Namun kamu perlu mengetahui ada potensi efek samping yang perlu diwaspadai.

Perawatan kulit tak hanya dilakukan lewat penggunaan produk kecantikan tapi juga konsumsi suplemen. Sejumlah suplemen melabeli diri suplemen kecantikan yang nutrisinya memang fokus untuk mendukung kesehatan rambut, kulit, dan kuku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari Everyday Health, sebuah riset pada Juli 2020, suplemen biasanya mengandung:

  • Biotin
  • Vitamin A
  • Vitamin B
  • Vitamin C
  • Vitamin D
  • Vitamin E
  • Seng
  • Kalsium
  • Besi
  • Keratin
  • Kolagen
  • Minyak ikan

Penelitian ini juga menemukan suplemen zat besi yang berpotensi merangsang pertumbuhan rambut dan memperbaiki masalah kulit dan kuku berkaitan dengan kekurangan nutrisi. Dengan kata lain, risiko lebih besar ketimbang manfaatnya.

Peneliti menyebut banyak suplemen kecantikan tidak diatur dan diuji kualitasnya sehingga dosis nutrisi yang tinggi bisa berbahaya.

Berikut beberapa efek samping suplemen untuk rambut, kulit, dan kuku yang perlu kamu ketahui.

1. Overdosis nutrisi

Hanya karena suatu vitamin baik untuk tubuh, bukan berarti saat dosisnya banyak, manfaatnya jadi berlipat. Suplemen dengan kandungan berbagai vitamin dan mineral bisa saja dosisnya terlalu tinggi dari yang disarankan.

Dalam sebuah riset, banyak suplemen mengandung dosis sangat tinggi bahkan 200 persen lebih tinggi dari jumlah yang direkomendasikan.

Kelebihan dosis nutrisi bisa memicu efek samping berupa kerusakan saraf, gangguan pencernaan, vasodilatasi hingga penurunan tekanan darah, dan sindom milk-alkali yang memicu cedera ginjal akibat kadar kalsium berlebihan.

2. Gangguan pencernaan

Efek samping suplemen rambut, kuku, dan kulit bisa berupa gangguan pencernaan. Suplemen yang mengandung zat besi, misal, bisa memicu sembelit dan sakit perut.

3. Reaksi alergi

Suplemen bisa memicu reaksi alergi. Riset oleh Dermatology Practical & Conceptual menemukan banyak bahan pada suplemen rambut, kulit, dan kuku bisa memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

Reaksi alergi timbul akibat kolagen ikan, diindolylmethane, pewarna dan pengawet. Gejala alergi berupa gatal-gatal, radang kulit, sampai anafilaksis atau reaksi alergi ekstrem yang mengancam nyawa.

4. Mengganggu tes laboratorium

Konsumsi suplemen biotin rutin/Foto:freepik.com/freepikIlustrasi. Konsumsi suplemen biotin dosis tinggi bisa membuat hasil pemeriksaan fungsi tiroid dan jantung kurang akurat. (freepik.com/freepik)

Konsumsi biotin terlalu tinggi dalam suplemen kecantikan bisa membuat hasil tes laboratorium jadi tidak akurat.

Penelitian menunjukkan konsumsi biotin tinggi membuat pemeriksaan fungsi tiroid dan jantung membuahkan hasil kurang akurat. Hasil pemeriksaan yang kurang akurat dapat menyebabkan kesalahan diagnosis dan pengobatan tidak tepat.

5. Kerontokan rambut

Suplemen yang ditujukan untuk kesehatan rambut, kulit, dan kuku malah bisa memicu kerontokan rambut. Pada beberapa orang, konsumsi suplemen dengan dosis tinggi selenium, vitamin A, dan vitamin E dapat menyebabkan kerontokan rambut.

(els)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International