Jakarta, CNN Indonesia --
Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) siap menggempur aset ekonomi Amerika Serikat di negara-negara Timur Tengah, usai bank di Teheran dibombardir.
Komando operasi militer pusat Khatam Al Anbiya menyatakan target itu termasuk bank AS dan Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Musuh sudah memberi kebebasan kita untuk menyasar pusat-pusat ekonomi dan bank yang terkait Amerika Serikat dan rezim zionis," demikian pernyataan militer Iran, dikutip AFP, Rabu (11/3).
Militer Iran juga meminta warga yang berada di Timur Tengah untuk menjauhi area sekitar aset ekonomi AS.
Pernyataan itu muncul usai AS dan Israel menggempur habis-habisan bank di Teheran pada Selasa (10/3) malam. Imbas serangan ini, sejumlah warga tewas.
Perang bermula setelah AS dan Israel menggempur Iran pada 28 Februari lalu, hingga menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei beserta keluarga.
Setelah serangan tersebut, Iran meluncurkan operasi balasan secara masif ke Israel dan aset militer di Timur Tengah. Di tengah retaliasi ini, Teheran sibuk mempersiapkan pengganti Khamanei.
Mojtaba Khamenei kemudian terpilih menjadi pemimpin tertinggi terbaru Iran menggantikan Khamenei dalam pemungutan suara di Majelis Ahli pada awal pekan ini.
Dalam misinya meluncurkan operasi di Iran, AS dan Israel ingin mengganti rezim di negara tersebut, menghancurkan program nuklir dan rudal balistik mereka.
Namun, kepemimpinan ulama Iran telah mengakar kuat sehingga sulit digoyah.
(isa/dna)


















































