Akibat Perkerasan Jalan, 10 Mobil Alami Pecah Ban di Tol Jagorawi

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Jasa Marga melaporkan ada 10 pengguna mobil yang menjadi korban pecah ban secara massal di ruas Tol Jagorawi akibat kerusakan jalan.

Dari jumlah tersebut, setengah di antaranya sudah mengajukan klaim ganti rugi, sedangkan proses administrasi korban lainnya masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini, tercatat 10 orang pengguna jalan yang mengalami pecah ban dalam periode waktu berdekatan. Namun hanya lima pengguna jalan yang mengajukan klaim," kata Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division, Panji Satriya, pada Minggu (3/5), diberitakan Detik.

Menurut Panji, sebagian besar pengguna jalan lainnya hanya mengalami dampak minor dan langsung mendapatkan bantuan dari petugas di lapangan.

Jasa Marga juga telah menghubungi seluruh korban terdampak. Saat ini, proses administrasi klaim sedang dilengkapi oleh pengguna jalan yang mengajukan.

"Saat ini, seluruh pengguna jalan yang terdampak telah dihubungi oleh petugas Jasa Marga. Dan yang mengajukan klaim sedang dalam tahap melengkapi administrasi yang dibutuhkan, sebagai proses dari klaim penggantian," kata Panji.

Menurut Panji, Insiden pecah ban massal ini disebabkan oleh kerusakan pada perkerasan jalan. Jasa Marga mengaku telah memperbaiki sejumlah titik kerusakan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Pengawasan di seluruh ruas tol juga diperketat, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi memperparah kondisi jalan.

Panji menegaskan, Jasa Marga bertanggung jawab penuh terhadap pengguna jalan yang terdampak dan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi serta perbaikan layanan.

"Jasa Marga berkomitmen untuk terus mengevaluasi layanan dan melakukan langkah-langkah perbaikan. Seluruh titik yang teridentifikasi telah diperbaiki dan ke depannya akan dilakukan pengawasan lebih ketat pada seluruh lajur jalan tol," tutur Panji.

Sebelumnya, peristiwa pecah ban massal ini viral di media sosial dan disebut terjadi pada Kamis (30/4). Dalam video yang beredar, petugas derek dan kepolisian sudah berada di lokasi kejadian.

Pihak Jasa Marga langsung melakukan pengecekan serta meminta maaf atas kejadian tersebut melalui pernyataan Senior Manager Representative Office 1 Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun.

"Laporan awal dari pengguna jalan diterima sekitar pukul 17.40 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan penelusuran jalur dan pemeriksaan kondisi perkerasan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan," kata Alvin dalam keterangannya pada Jumat (1/5) lalu.

(rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International